BNBR Ungkap Aksi Korporasi di Balik Lonjakan Saham 140% dalam Sebulan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengungkap sejumlah kejadian dan aksi korporasi yang terjadi sebelum harga saham perseroan melonjak signifikan dalam satu bulan terakhir. Penjelasan tersebut disampaikan dalam paparan publik insidentil yang digelar atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data BEI menyebutkan saham BNBR telah melambung lebih dari 146% menjadi Rp 116 dalam sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense kedua sejak 16 Desember 2025. BNBR tercatat satu dari beberapa saham grup Bakrie dengan penguatan pesat dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga
Saham Emiten Grup Bakrie Melejit MDIA hingga BNBR Tertinggi, Bangkit dan Incaran Pemodal Kini
Direktur Bakrie & Brothers Kartini Sally menyampaikan bahwa BNBR telah menyelesaikan pengambilalihan 100% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) melalui entitas anak, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI). Akuisisi tersebut bertujuan memperkuat posisi perseroan di sektor infrastruktur jalan tol serta mendukung peningkatan konektivitas dan efisiensi transportasi di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
“Setelah menyelesaikan akuisisi 100% saham CCT, penguatan harga saham BNBR makin kuat sejak 1 Desember 2025,” ujar Kartini Sally dalam paparan publik insidentil yang diselenggarakan secara virtual.
Berdasarkan data RTI, saham BNBR mulai mengalami penguatan sejak 25 November 2025, sebelum penyelesaian akuisisi CCT pada 28 November 2025, dengan kenaikan di kisaran 8–9%. Penguatan berlanjut hingga 15 Desember 2025, dengan total kenaikan mencapai sekitar 141,67% dalam satu bulan.
Baca Juga
Manajemen BNBR kemudian memberikan penjelasan kepada BEI terkait volatilitas harga saham pada 3 Desember 2025. Dalam klarifikasinya, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material selain yang telah disampaikan kepada publik.
Selanjutnya, pada 5 Desember 2025, BEI menetapkan saham BNBR masuk dalam kriteria unusual market activity (UMA) dan melakukan penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi pada 12 Desember 2025.
“Suspensi atas saham BNBR dilakukan oleh BEI pada 12 dan 16 Desember 2025 dengan tujuan memberikan waktu cooling down bagi investor. Oleh karena itu, pada 17 Desember 2025 perseroan melaksanakan paparan publik insidentil untuk memenuhi permintaan BEI,” jelas Kartini Sally.
Baca Juga
Moratelindo (MORA) dan MyRepublic Indonesia Sepakat Merger, Perkuat Ekosistem Digital Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Bakrie & Brothers Anindra Ardiansyah Bakrie memaparkan alasan utama akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways. Kepemilikan penuh atas CCT diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi usaha, meningkatkan kontrol operasional dan strategis atas aset jalan tol, serta mendorong kontribusi pendapatan yang berkelanjutan terhadap kinerja konsolidasian perseroan.
Menurut Anindra, ruas Tol Cimanggis-Cibitung memiliki posisi strategis sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan, khususnya di Tol Jakarta–Cikampek, serta berperan penting dalam meningkatkan konektivitas, efisiensi transportasi, dan pertumbuhan kawasan industri serta ekonomi di wilayah Jabodetabek.
Cimanggis Cibitung Tollways merupakan Badan Usaha Jalan Tol yang mengelola ruas Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 kilometer dengan masa konsesi selama 45 tahun hingga 10 Agustus 2061. Kegiatan usaha CCT meliputi pendanaan, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, serta pengoperasian dan pemeliharaan ruas jalan tol tersebut.

