Kinerja DFI (HERO) 2025 Diproyeksi Tumbuh Satu Digit, Ini Penyebabnya
Poin Penting
|
TANGERANG SELATAN, investortrust.id – Manajemen PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memproyeksikan pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan tahun ini hanya tumbuh satu digit. Hal ini telah tercermin dari laporan keuangan sembilan bulan pertama yang mencatat pertumbuhan pendapatan bersih 4% (yoy).
“Secara total company (pertumbuhan pendapatan) 4%. Kayaknya bakal single digit (full year) namun kami harapkan lebih baik. Mengingat, ada Christmas Year End Season, sales pasti juga akan naik, ada promo 12.12,” ujar Direktur Keuangan DFI Retail Nusantara Paulus Raharja di Graha HERO, CBD Bintaro Jaya Sektor 7, Selasa (9/12/2025).
Meski total pendapatan perusahaan sepanjang Januari-September 2025 tumbuh menjadi Rp 3,51 triliun, namun laba bersih perusahaan turun 62% (yoy) menjadi Rp 70 miliar.
Kinerja bottom line perseroan diperkirakan tetap turun hingga akhir tahun karena kinerja tahun lalu yang menjadi pembanding, terdongkrak keuntungan sekali waktu (one-off gain). Keuntungan ini berasal dari pelepasan aset properti dan bisnis Hero Supermarket pada periode sama tahun lalu.
Baca Juga
Di luar one-off gain tersebut, laba operasi yang dilanjutkan perseroan tercatat Rp 35 miliar, meningkat dibandingkan laba Rp 24 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh kinerja solid bisnis Guardian, serta penyusutan kerugian di IKEA.
Presiden Direktur DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo menambahkan, kinerja keuangan perusahaan sampai kuartal III-2025 juga terbantu penjualan dua properti pada Juni 2025. Aset ini merupakan properti bekas Giant, merek supermarket yang dioperasikan Hero sebelumnya.
Manajemen pun menyimpulkan, kinerja sembilan bulan pertama tahun ini didorong oleh pertumbuhan penjualan selama periode Lebaran, serta kinerja solid dari Guardian. Sementara IKEA masih menggambarkan permintaan produk furnitur rumah tangga yang menghadapi tantangan. Namun lini bisnis DFI ini diklaim telah mencatat penurunan kerugian, sekira 50% lebih.
Perseroan optimistis, bisnis kesehatan dan kecantikan akan mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif, meski ada ketidakpastian pada pemulihan bisnis furnitur rumah tangga.
“Namun demikian, dengan fokus strategis yang lebih tajam, kami berada dalam posisi yang kuat untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang,” pungkas Wahyu.

