Putri Hashim Djojohadikusumo Teken Akuisisi Saham Triniti Land (TRIN)
JAKARTA, investortrust.id – Pemegang saham utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) resmi menandatangani rencana penjualan saham kepada Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, putri Hashim Djojohadikusumo, pada 2 Desember 2025.
Saraswati yang juga anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra ini juga baru saham telah ditunjuk menjadi komisaris utama TRIN pada RUPSLB yang digelar pekan lalu. Saraswati sendiri adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
Manajemen TRIN dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/12/2025), menyebutkan bahwa PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III) selaku pemegang saham utama berencana mengalihkan saham kepada Rahayu Saraswati.
Pada tahap awal, jumlah saham yang dapat dialihkan mencapai 5%, dengan opsi tambahan hingga 20% pada tahap selanjutnya. Nilai per lembar saham akan ditentukan pada saat transaksi dilakukan.
Manajemen menegaskan bahwa rencana transaksi ini tidak memberikan dampak material terhadap operasional, legalitas, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan saat ini.
Baca Juga
Terapkan Strategi Produk, Triniti Land (TRIN) Akhirnya Berbalik Jadi Untung di Semester I-2025
Co-Founder & Group CEO TRINLAND Ishak Chandra menyambut optimistis bergabungnya Rahayu Saraswati sebagai Komisaris Utama sekaligus strategic partner baru. “Kehadiran beliau membawa visi dan perspektif baru yang sejalan dengan arah transformasi perseroan. Ini memperkuat keyakinan kami bahwa TRIN siap memasuki tahap pertumbuhan berikutnya,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, TRIN membukukan laba bersih Rp 31 miliar pada kuartal III-2025, tumbuh 150% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, laba melonjak 484% dibandingkan kuartal II-2025, menegaskan momentum pertumbuhan positif perseroan.
TRIN tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga paling pesat sepanjang year to date (ytd) tahun ini di BEI. Berdasarkan data, saham TRIN yang terkena suspense berkali-kali ini telah melambung sebanyak 710% menjadi Rp 940. Bahkan, kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir telah lebih dari 910%.

