Bagikan

Dubes India Sebut Indonesia Bisa Adopsi Model 225 Juta Investor Ritel India

Poin Penting

India tawarkan model sukses investor ritel untuk memperkuat pasar modal Indonesia.
Teknologi dan literasi finansial jadi kunci mobilisasi modal domestik ala India.
UPI–QRIS dan LCS disiapkan sebagai inisiatif kerja sama keuangan Indonesia–India.

JAKARTA, investortrust.id Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat pasar modal domestik dengan meniru strategi India dalam mendorong partisipasi investor ritel. Hal itu ia sampaikan dalam acara Investortrust Capital Market Outlook 2026.

Dubes Chakravorty mengungkap, India saat ini memiliki 225 juta investor ritel, angka yang hampir menyamai jumlah penduduk Indonesia. Ia mengungkap, keberhasilan India membangun basis investor ritel yang masif tidak terlepas dari literasi finansial yang agresif, penetrasi teknologi, serta kampanye nasionalisasi investasi.

"Di India, semua orang punya akun trading dan akun SIP, dari kota besar sampai kota kecil. IPO selalu menjadi headline dan sering oversubscribed berkali-kali lipat,” katanya di JW Marriott Hotel, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Duta Besar India Sandeep Chakravorty memberikan paparan pada Investortrust Capital Market Forum 2025, di Jakarta, Kamis (4/12/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Menurut Chakravorty, mobilisasi modal domestik merupakan kunci keberhasilan India dalam pembiayaan pembangunan. Hal itu, katanya, dapat ditiru Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada investor asing.

“Banyak kebutuhan pembiayaan Indonesia sebenarnya bisa dipenuhi dari masyarakat sendiri. Kisah sukses India dapat direplikasi di sini,” katanya.

Baca Juga

BEI Bentuk Tim Khusus Awasi Saham Gorengan, Fokus Lindungi Investor Ritel  

Ia menambahkan bahwa teknologi seperti platform milik Bursa Efek Bombay (BSE) bisa menjadi contoh yang dapat diadaptasi. “Teknologi adalah enabler yang sudah terbukti berhasil di India,” ujarnya.

Namun Dubes India juga mengingatkan tantangan yang dihadapi Indonesia, terutama kapitalisasi pasar yang masih rendah dan volume transaksi harian yang belum memadai.

Direktur Investortrust Sachin Gopalan (kiri) memandu diskusi panel pada acara Investortrust Capital Market Forum 2025 di Jakarta, Kamis, (4/12/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa

“Jika Indonesia ingin menjadi pemain utama pasar modal di emerging markets, dua hal itu harus berubah secara dramatis,” tegasnya.

Selain pembelajaran model investor ritel, Dubes India juga menyoroti sejumlah inisiatif kerja sama yang tengah dikembangkan, antara lain seperti integrasi pembayaran UPI–QRIS, hingga rencana local currency settlement yang dapat memangkas biaya transaksi hingga 5%.

Ia menutup pidatonya dengan menyatakan bahwa India siap mendampingi Indonesia dalam memperkuat ekosistem pasar modalnya.

“Kedutaan India siap mendukung. Kami ingin kesuksesan pasar modal India juga dapat memberikan manfaat bagi Indonesia,” tutur dia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024