Saham CUAN Direkomendasikan Beli Terdorong Ekspansi PLTU 680 MW dan Lonjakan Batu Bara Metalurgi
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menegaskan strategi diversifikasi guna mencapai pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi besar di sektor pembangkit listrik serta peningkatan signifikan produksi batu bara metalurgi. Dua segmen tersebut memperkuat visibilitas laba CUAN jauh melampaui siklus komoditas batu bara.
Hal ini mendorong Henan Putihrai mempertahankan rekomendasi beli saham CUAN, emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, dengan target harga Rp 3.500. Target harga tersebut mencerminkan potensi penguatan lebih dari 40%. Penilaian menggunakan model DCF 10 tahun dengan parameter WACC 9,55%, terminal growth 3,25%.
Analis Henan Putihrai Sekuritas Irsyady Hanief dan Dennis Tay mengatakan, akuisisi 90% saham Guna Darma Integra (GDI) menjadi langkah strategis CUAN dalam memasuki bisnis pembangkit listrik. Apalagi GDI memegang proyek PLTU berbasis batu bara berkapasitas 680 MW di Feni Haltim Industrial Park, Halmahera Timur, dengan nilai investasi sekitar USD 600 juta dan estimasi masa konstruksi 28 bulan.
Baca Juga
Petrindo Jaya (CUAN) Dirikan Anak Usaha Volta Energi Nusantara, Sebaliknya Sahamnya justru Turun
“Progres pembangunan telah dimulai dengan kegiatan land clearing, sementara proses pembiayaan melalui pinjaman bank ditargetkan financial close sebelum akhir tahun. Hal ini menandai dicapainya tonggak penting sebelum konstruksi penuh berjalan,” tulis riset tersebut.
Mulai 2028, proyek ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan sekitar US$ 328 juta per tahun dengan margin EBITDA sekitar 40%, sehingga tercipta arus kas kontraktual jangka panjang dan basis pendapatan berulang yang lebih tahan terhadap volatilitas harga komoditas. Masuknya CUAN ke segmen pembangkit listrik berskala 600 MW ke atas juga membuka peluang re-rating valuasi seiring pertumbuhan skala dan stabilitas arus kas.
Terkait segmen batu bara metalurgi, Henan Putihrai menyebutkan, CUAN tengah memasuki fase percepatan produksi batu bara metalurgi. Volume produksi diproyeksikan naik drastis dari sekitar 200 ribu ton pada 2024, melonjak menjadi 1 juta ton di 2025, dan 2 juta ton pada 2026, ditopang oleh kontribusi MUTU.
Baca Juga
Lonjakan besar terjadi pada 2027, ketika DBK mulai beroperasi dan mendorong total kapasitas menuju 5 juta ton pada puncaknya. Ekspansi multi-tahun yang agresif ini memperkuat posisi CUAN di pasar batu bara metalurgi premium, meningkatkan ketahanan harga, dan memaksimalkan profitabilitas yang berkaitan erat dengan permintaan baja.
Pertumbuhan kuat ini menjadi jembatan pendapatan sebelum kontribusi besar dari proyek PLTU mulai masuk pada 2028.
Terkait kinerja keuangan hingga September 2025, Henan Putihrai menyebutka, margin mengalami penurunan akibat beban keuangan tinggi, namun CUAN tetap membukukan pendapatan solid sebesar US$ 796,6 juta, tumbuh 45,9% YoY. Laba operasional tetap kuat di US$ 82,5 juta dengan kinerja kuartal III 2025 menunjukkan pemulihan signifikan melalui pertumbuhan double digit QoQ dan peningkatan leverage operasional. “Perbaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa kinerja CUAN telah memasuki fase rebound berkelanjutan,” terangnya.

