Harga Bitcoin Sempat Anjlok ke Bawah US$ 100.000 Pertama Kalinya Sejak Juni, Ini Penjelasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto global sempat dilanda kepanikan baru-baru ini di mana Bitcoin (BTC) anjlok di bawah level psikologis US$ 100.000 untuk pertama kalinya sejak Juni 2025. BTC sempat menyentuh level terendah US$ 98.948 di exchange Ajaib Alpha, sebelum akhirnya kembali naik ke sekitar US$ 101.000 Rabu (5/11/2025) pagi ini dan mulai mendingin ke US$ 103.000 pada malam harinya.
Penurunan ini menambah kekhawatiran pasar terkait BTC yang mungkin telah memasuki teritori bear market karena telah terkoreksi sekitar 20% dari rekor tertinggi US$ 126.000 yang dicapai pada 6 Oktober. Dalam seminggu terakhir saja, BTC telah kehilangan sekitar 7,94% nilainya.
Financial Expert Ajaib Panji Yudha mengatakan, kejatuhan harga ini diperburuk oleh likuidasi derivatif yang mencapai level historis, yakni:
Likuidasi Derivatives: Total posisi yang dilikuidasi dalam 24 jam terakhir mencapai US$ 2 miliar, melampaui total likuidasi yang terlihat pada hari Senin sebelumnya. Lebih dari US$ 1,63 miliar dari total tersebut berasal dari likuidasi posisi long (taruhan kenaikan harga), mengindikasikan aksi jual yang tiba-tiba dan substansial yang mengejutkan trader bullish.
Penarikan Dana ETF: Sentimen negatif ini diperkuat oleh investor institusional. Pada 3 November, kedua ETF utama mencatat outflow besar: Bitcoin ETF mencatat arus keluar sebesar -US$ 186,51 juta, sementara Ethereum ETF mencatat -US$ 135,76 juta. Total outflow gabungan yang signifikan ini menunjukkan investor secara kolektif mengurangi eksposur mereka di tengah dominasi sentimen risk off.
Baca Juga
Koreksi tajam dan likuidasi masif yang terjadi di pasar ini tercermin jelas pada sentimen investor, di mana indikator Crypto Fear & Greed Index anjlok drastis ke level 20, menempatkan pasar dalam zona "Extreme Fear" (Ketakutan Ekstrem) pada hari ini.
"Penurunan sentimen ini sangat tajam, mengingat indeks masih berada di zona "Fear" (42) sehari sebelumnya dan di zona "Neutral" (50) pada minggu lalu, menunjukkan kepanikan dan hilangnya kepercayaan yang cepat di tengah kejatuhan harga Bitcoin di bawah US$ 100.000," ujarnya dalam risetnya, Rabu (5/11/2025).
Rekomendasi Altcoin
|
Altcoin |
Entry |
Take Profit |
Stop Loss |
|
TRUMP (Memecoin) |
IDR112,500 |
IDR140,000 |
IDR101,800 |
|
ETHFI (DeFi) |
IDR13,250 |
IDR17,000 |
IDR11,900 |
|
JUP (DEX) |
IDR5,300 |
IDR6,900 |
IDR4,800 |
Baca Juga
Tren Uptober Terpatahkan, Bitcoin Catat Penurunan Pertama di Bulan Oktober Sejak 2018
Beda Dengan Kejatuhan Bulan Lalu
Secara terpisah, melansir Bloomberg, Rabu (5/11/2025) jika kejatuhan bulan Oktober disebabkan oleh penjualan paksa, penurunan saat ini mungkin mencerminkan sesuatu yang lebih serius: keyakinan yang terkikis. Pemegang Bitcoin lama telah melepas sekitar 400.000 Bitcoin selama sebulan terakhir, sebuah eksodus sekitar US$ 45 miliar yang membuat pasar tidak seimbang, menurut Markus Thielen, kepala 10x Research.
"Lebih dari 319.000 Bitcoin telah diaktifkan kembali dalam sebulan terakhir, terutama dari koin yang disimpan selama enam hingga dua belas bulan — menunjukkan aksi ambil untung yang signifikan sejak pertengahan Juli," kata Vetle Lunde, kepala riset di K33.
Berbeda dengan penurunan beruntun yang memicu kejatuhan harga di bulan Oktober, penurunan saat ini didorong oleh aksi jual yang terus-menerus di pasar spot. Hal ini menandai pergeseran dari pola yang selama ini diantisipasi oleh para pedagang kripto, di mana lonjakan volatilitas yang tiba-tiba biasanya didorong oleh likuidasi di pasar berjangka.
Sekitar US$ 2 miliar posisi kripto telah dilikuidasi selama 24 jam terakhir, menurut CoinGlass jumlah yang relatif kecil dibandingkan dengan US$ 19 miliar dalam pelepasan paksa yang menandai kejatuhan harga bulan lalu. Minat terbuka pada kontrak berjangka Bitcoin masih rendah, dan para pedagang opsi telah menempatkan taruhan penurunan melalui kontrak put yang menargetkan level US$ 80.000.
Menurut Thielen, ketidakseimbangan yang semakin besar antara pemegang lama yang melepas Bitcoin dan pembeli baru yang masuk mulai membentuk arah pasar, bukan hanya sentimen.
Awal tahun ini, Thielen mengamati bahwa "mega whales" entitas yang memegang antara 1.000 dan 10.000 Bitcoin mulai melepas volume besar, bahkan ketika pemain institusional mencoba menyerap pasokan. 'Hal itu membantu menjelaskan pergerakan Bitcoin yang bergejolak dan menyamping selama musim panas. Namun sejak kejatuhan 10 Oktober, permintaan yang lebih luas telah memudar," katanya seraya menambahkan bahwa akumulasi oleh pihak-pihak yang memegang antara 100 dan 1.000 Bitcoin telah menurun tajam.

