IHSG Sesi I Berbalik Rebound 0,26%, Saham Ini Catat Cuan Terbesar
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (5/11/2025), ditutup menguat atau rebound sebanyak 21,22 poin (0,26%) menjadi 8.263. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan pasar Asia yang cenderung melemah.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi, konsumer primer, konsumer non primer, material dasar, infrastruktur, keuangan, dan konsumer primer. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property, industry, dan energi.
Baca Juga
Bos BEI: Sejumlah Emiten Konglomerasi Besar Siap Melantai Tahun 2026
Di tengah penguatan tersebut sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham NTBK naik 26,09% menjadi Rp 145, ELPI menguat 24,53% menjadi Rp 660, BAPA naik 24,29% menjadi Rp 87, PTSP menguat 22,94% menjadi Rp 1.420, dan SAFE menguat 22,83% menjadi Rp 226.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 33,17 poin (0,40%) menjadi 8.241 akibat aksi ambil untung investor. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 305,08 miliar, terbesar TLKM Rp 373,36 miliar, BBCA Rp 334,96 miliar, dan BBNI Rp 151,95 miliar.
Baca Juga
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025 Capai 5,04 % Secara Tahunan
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 2,22%, sektor property 2,62%, sektor teknologi 1,15%, sektor konsumer primer 0,43%, sektor keuangan 0,37%, sektor konsumer non primer 0,38%, sektor infrastruktur 0,27%, dan sektor transportasi 0,45%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry 3,62%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CINT ditutup menguat 33,77% menjadi Rp 206, FPNI naik 25% menjadi Rp 320, saham PTSP menguat 24,86% menjadi Rp 1.155, dan saham ATIC naik 24,80% menjadi Rp 780. Kenaikan juga melanda saham UVCR sebanyak 22,22% menjadi Rp 121.

