Pendapatan BUMI Naik 11,9%, Margin Usaha Melonjak Jadi 8,1%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan pendapatan US$ 1,03 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun ini atau naik 11,9% dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Hasil ini mencerminkan disiplin operasional dan keberlanjutan upaya efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komoditas global,” tulis manajemen dalam keterangan resmi dikutip pada Sabtu (1/11/2025).
Eksportir batu bara termal terbesar di dunia itu membukukan beban pokok pendapatan sebesar US$ 876 juta yang naik 5,1% (year on year/yoy). Alhasil perusahaan mencetak laba kotor US$ 161,3 juta sepanjang Januari-September 2025 yang meningkat 72,3% (yoy). Dengan beban usaha US$ 76,9 juta yang naik 12,8% sampai kuartal III-2025, Bumi Resources menghasilkan laba usaha US$ 84,4 juta yang bertambah 231,9% (yoy).
Baca Juga
Gunung Lawu Dikecualikan dari Proyek Panas Bumi, Ini Penjelasan ESDM
Dikutip dari laporan keuangan tidak diaudit tahun ini yang berakhir 30 September, emiten batu bara Bakrie Group ini mencetak margin usaha sebesar 8,1% atau naik dari 2,7% pada Januari-September 2024.
Dari laba sebelum pajak sebanyak US$ 88,5 juta yang naik tipis 0,3% (yoy), Bumi Resource membukukan laba bersih US$ 60,1 juta yang turun 56% (yoy). Sementara, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh US$ 29,4 juta yang turun 76,1% (yoy).
“Meski menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin,” menurut manajemen perseroan.
Secara operasional, Bumi Resources memproduksi 54,9 juta ton batu bara sampai kuartal III-2025 turun 4% (yoy). Penjualan batu bara juga menurun 2% (yoy) menjadi 54,5 juta ton.
Batu bara Bumi Resources dijual dengan harga rata-rata US$ 60,4 per ton dalam sembilan bulan pertama tahun ini, turun 18% (yoy). Sedangkan jumlah lapisan penutup yang dihilangkan pada periode sama berkurang 11% (yoy) menjadi 445,8 juta bcm dengan rasio kupasan tanah atau strip ratio sebesar 8,1x, turun dari 8,7x di kuartal III-2025.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Pertahankan Predikat Gold Star di Investortrust ESG Awards 2025
Perseroan menginformasikan persediaan batu bara per 30 September 2025 sebanyak 2,6 juta ton atau lebih rendah dari 3,6 juta ton pada periode sama tahun lalu.
“Kinerja produksi dan penjualan perseroan tetap stabil di tengah kondisi pasar yang menantang, menunjukkan efektivitas pengelolaan operasional dan pengendalian biaya yang konsisten,” tegas manajemen.
Hingga akhir tahun, perusahaan optimistis mampu menjual 73-75 juta ton batu bara, sesuai panduan kinerja 2025. Harga jual rata-rata batu bara pun diperkirakan berada pada kisaran US$ 59 - US$ 61 per ton dengan biaya tunai produksi sekitar US$ 41-US$ 43 per ton.

