IHSG Berpeluang Bergerak Terbatas, Saham INCO hingga MDKA Direkomendasi Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2025), dipredikdi bergerak terbatas dalam rentang 8.088-8.200. Empat saham berikut layak dicermati, yaitu KLBF, UNTR, INCO, dan MDKA, direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa kenaikan indeks kemarin ditopang sektor teknologi, energi, dan keuangan, seiring sentimen positif dari pemangkasan suku bunga The Fed serta rilis kinerja kuartal III-2025. Meski sentimen masih terjaga, pergerakan IHSG diperkirakan terbatas dengan potensi aksi ambil untung di kisaran support 8.088 dan resistance 8.200.
Baca Juga
Naik 2,5%, Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Masih Lampaui Rp 1 Triliun di Kuartal III-2025
Laju indeks juga akan dipengaruhi pergerakan bursa saham global, seperti Dow Jones yang ditutup melemah 0,23%. Begitu juga dengan indeks S&P500 turun 0,99% dan Nasdaq terjun 1,57%. Penurunan juga melanda sebagian bsear bursa saham Eropa.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.380-1.435, UNTR dengan target harga Rp 28.575-29.125, INCO dengan target harga Rp 4.840-5.000, dan MDKA dengan target harga Rp 2.620-2.740.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 17,84 poin (0,22%) menjadi 8.184 disertai dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 784,98 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BMRI Rp 649,25 miliar, BBCA Rp 219,74 miliar, dan GOTO Rp 98,51 miliar.
Baca Juga
Tak Melulu Teknologi, Menkomdigi Tegaskan Peran SDM pada Transformasi Digital
Kenaikan ditopang penguatan beberapa sektor saham, seperti sektor keuangan 1,14%, sektor teknologi 1,87%, energi 1,30%, sektor industri 0,88%, sektor konsumer primer 0,18%, dan sektor kesehatan 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, material dasar, konsumer non primer, dan properti.
Di tengah kenaikan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SSTM naik 25% menjadi Rp 875, DWGL menguat 25% menjadi Rp 370, ITIC melesat 24,74% menjadi Rp 474, dan TALF naik 24,40% menjadi Rp 520. Kenaikan juga melanda saham ASLI sebanyak 21,11% menjadi Rp 218.

