Bagikan Dividen Saham dan Tambahan Bisnis, Saham Suparma (SPMA) Menuju Rp 500?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Suparma Tbk (SPAM) disebut bakal bangkit menuju level Rp 500, sering dengan rencana pembagian dividen saham. Aksi ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan melalui RUPSLB yang digelar akhir bulan ini.
Peluang kenaikan harga saham perseroan juga didukung rencana SPMA untuk menambah kegiatan usaha baru, seperti treatment dan pembuangan limbah berbahaya, industri barang dari kapur seperti kapur tulis, gambar, batako, dan dempul. SPMA juga berniat merambah ke segmen industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi.
Baca Juga
'Enggak' Nyangka! Emas Antam (ANTM) Sekarang Sudah Rp 2,36 Juta per Gram
Manajemen SPMA dalam laporan hasil studinya menyebutkan bahwa penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan usaha perseroan dan tentunya akan berdampak pula terdahap kondisi keuangan perseroan. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Suparma.
Seorang sumber menyebutkan bahwa aksi korporasi pemberian dividen saham bersamaan dengan penambahan kegiatan usaha akan menjadi titik balik terhadap kinerja keuangan dan sahamnya. “Aksi ini diprediksi mengerek harga saham SPMA ke depan, bahkan bisa menuju Rp 500 dalam waktu dekat,” tulisnya.
Baca Juga
Terkait kinerja keuangan, Suparma (SPMA) berhasil mencetak kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp 1,28 triliun pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,27 triliun. Laba periode berjalan juga naik dari Rp 49 miliar menjadi Rp 53 miliar, sehingga laba per saham naik dari Rp 16 menjadi Rp 17 per saham.
SPMA merupakan perusahaan yang dikendalikan PT Pacific Star Sinergy dengan kepemilikan 49,98% saham, PT Gloriajaya Gempita menguasai 31,48% saham, PT Graha Inti Harapan menguasai 10,68% saham, dan EFG Bank AG Singapore menguasai 0,12% saham.

