Bersiap! Saham Folago Global (IRSX) Disebut Menuju Rp 450
JAKARTA , investortrust.id – Harga saham PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), dulu Bernama PT Aviana Sinar Abadi Tbk, berpeluang menguat menuju level Rp 450, seiring sejumlah aksi korporasi besar yang akan dibawa pengendali baru perseroan. Sebagaimana diketahui saham IRSX telah mencatatkan lompatan harga setelah diumumkan pengendali baru akan masuk.
Berdasarkan data, saham IRSX telah melesat lebih dari 848% menjadi Rp dalam tiga bulan terakhir. Sedangkan kenaikan harga dalam sebulan terakhir telah lebih dari 120%. Saham IRSX juga sudah terkena suspense lebih dari satu hari dan saat ini masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus.
Baca Juga
Folago Global (IRSX) Kantongi Izin Rights Issue 12,39 Miliar Saham hingga Rombak Manajemen
Seorang sumber menyebutkan bahwa perseroan telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk menggelar penamhan modal atau rights issue yang dimanfaatkan untuk penguatan segmen bisnis baru. Masuknya dana segar diharapkan mendongkrak kinerja keuangan dan akhirnya berimbas terhadap kenaikan harga sahamnya.
“Peluang penguatan saham IRSX juga didukung potensi keluarnya saham ini dari notasi khusus dalam waktu dekat,” ungkap sumber tersebut.
Folago Global Nusantara (IRSX) resmi memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Persetujuan tersebut diambil dalam RUPSLB yang digelar di Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga
Pengendali Baru Ini Umumkan Penambahan Saham Aviana Sinar (IRSX)
IRSX berencana menerbitkan maksimal 12,39 miliar saham baru serta 1,85 miliar Waran Seri II. Direksi Perseroan diberikan kewenangan penuh untuk menentukan jumlah saham dan waran yang ditawarkan, harga pelaksanaan, hingga langkah strategis terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
Direktur Utama IRSX Subioto Jingga menegaskan, dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi sekaligus pengembangan usaha. “Hasil PMHMETD I ini akan kami arahkan pada kebutuhan belanja modal (capex) maupun modal kerja (opex), guna memastikan pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” ujarnya.

