Jelang Rights Issue, Saham CSIS Bisa Menyentuh Level Rp 300
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berpotensi bangkit menuju level Rp 300 menjelang pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 44,44% saham. Sebab aksi tersebut akan berdampak positif terhadap pendapaan kegiatan bisnisnya dalam jangka panjang.
Ekspektasi lompatan harga saham juga didukung rasio rights issue yang besar mencapai 1:1. Selain itu investor akan mendapatkan waran secara cuma-cuma yang melaksanakan rights issue dengan rasio 10:1. Menurut sumber, besarnya rasio saham ditambah waran mendorong sejumlah investor besar tertarik mengakumulasi saham ini.
Baca Juga
BEI Unsuspensi 4 Saham, Sebaliknya NAYZ, FILM, CBRE, dan POLU Keluar dari PPK
Berdasarkan rencana, cum rights issue saham CSIS ditetapkan pada 25 November 2025 di pasar regular dan 26 November 2025 di pasar negosiasi. Sedangkan tanggal perdagangan rights ditargetkan pada 1-8 Desember tahun ini. Namun hingga kini, perseroan belum menetapkan harga pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Kemarin, saham CSIS ditutup di level Rp 212.
Terkait penggunakan dana hasil rights issue, prospectus CSIS menyebutkan bahwa seluruh dana setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan untuk setoran modal ke entitas anak, yaitu PT Bogorindo Cemerlang. Dana tersebut selanjutnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar senilai Rp 93 miliar.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Uji Level 8.157, Tiga Saham Direkomendasikan Beli Dipimpin PANI
Bogorindo juga mengalokasikan Rp 10 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Bukit Penenjoan, senilai Rp 7 miliar untuk pembangunan gudang di Kawasan Industri Sentul yang dapat dijual atau disewakan, dan sisanya akan digunakan untuk pembebasan lahan menambah landbank di sekitar Kawasan Industri Cikembar.
“Melihat detil penggunaan dana untuk ekspansi bisnis melalui anak usahanya, maka terbuka peluang pertumbuhan kuat kinerja keuangan CSIS ke depan, sehingga diharapkan bisa mengerek naik harga sahamnya,” tulis sumber tersebut.

