IHSG Berpotensi Uji Support, Tiga Saham Dipimpin BRMS Dijagokan
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/10/2025), diprediksi bergerak dalam retang 8.000-8.157 dengan peluang uji support. Tiga saham direkomendasikan beli hari ini adalah BRMS, BKSL, dan BUVA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks dipengaruhi tekanan jual asing yang signifikan terutama pada saham perbankan serta kekhawatiran pasar terhadap potensi shutdown pemerintah AS menjadi faktor utama pelemahan. Sentimen negatif tersebut mengalahkan sentimen positif dari data inflasi dan neraca perdagangan.
Baca Juga
Kemenhan Salurkan 17,4 Juta Obat ke Kopdes Merah Putih, Perkuat Kedaulatan Farmasi
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penguatan Dow Jones semalam 0,093%, S&P500 naik 0,34%, dan Nasdaq melesat 0,42%. Begitu juga dengan bursas saham utama Eropa catatkan kenaikan pesat semalam.
Di tengah potensi pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp 985 – 1040, BKSL dengan target harga Rp 158 – 170, dan saham BUVA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 595 – 665.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 17,24 poin (0,21%) menjadi 8.043 dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 737,40 miliar. Terbanyak dicatatkan BBCA Rp 731,15 miliar, BBRI Rp 445,87 miliar, dan RAJA mencapai Rp 80,70 miliar.
Baca Juga
Kisah Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koboi yang Pilih Jaga Privasi Keluarga
Penurunan saham kemarin dipicu kejatuhan sejumlah sektor saham, sektor konsumer non primer 1,03%, sektor keuangan 0,69%, sektor properti 0,51%, sektor infrastruktur 0,50%, dan sektor transportasi 0,97%. Sebaliknya lonjakan melanda saham sektor teknologi 4,93%, sektor konsumer primer 1,41%, dan sektor material dasar 1,37%.
Meski IHSG lanjutkan penurunan, sejumlah saham berikut cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham UFOE menguat 34,72% menjadi Rp 260, TFAS menguat 34,13% menjadi Rp 224, ASLI naik 34,33% menjadi Rp 90, dan saham ESTA melesat 34,04% menjadi Rp 126.
ARA juga melanda saham CBPE menguat sebanyak 24,27% menjadi Rp 256, saham PIPA melesat 24,81% menjadi Rp 322, dan EMTK menguat 24,70% menjadi Rp 1.565. Meski tak ARA, saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham BAJA menguat 27,03% menjadi Rp 188, TRIS menguat 24,21% menjadi Rp 236, saham TINS mengaut 18,38% menjadi Rp 1.900, dan saham SCMA menguat 17,86% menjadi Rp 396.

