Harga Emas Dunia Bisa Tembus US$ 4.000 Bulan Ini, Sejumlah Faktor Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas dunia terus melanjutkan reli dan diproyeksikan menembus level psikologis US$ 4.000 per troy ounce pada Oktober 2025.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, menyebut sentimen politik dan ketidakpastian ekonomi global menjadi pendorong utama penguatan logam mulia.
“Hari ini harga emas dunia diperdagangkan di level US$ 3.893,25 dan terus naik. Ada kemungkinan pada Oktober menyentuh level US$ 4.000 secara teknikal. Jika terkoreksi, support pertama berada di US$ 3.853 dan support kedua di US$ 3.821,” ujar Ibrahim kepada media, Rabu (1/10/2025).
Ia menjelaskan, gejolak politik di Amerika Serikat memperkuat reli emas. Penutupan sebagian operasional pemerintah AS akibat kebuntuan anggaran antara Partai Demokrat dan Partai Republik menambah ketidakpastian pasar.
“Penutupan ini adalah yang ke-15 sejak 1981 dan akan menghentikan rilis sejumlah data, termasuk laporan ketenagakerjaan September,” jelas Ibrahim.
Dampaknya meluas pada sektor perjalanan udara, riset ilmiah, hingga penangguhan gaji 750 ribu pegawai federal dengan biaya harian sekitar US$ 400 juta.
Ibrahim menilai kondisi ini bisa memaksa Bank Sentral AS melonggarkan kebijakan moneternya. “Kemungkinan besar pada Oktober The Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin. Ekspektasinya 95%,” ujarnya.
Selain itu, tensi perang dagang dan geopolitik global semakin mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
Menurutnya, konflik Rusia–Ukraina, ketidakpastian di Timur Tengah terkait Gaza, serta sanksi ekonomi AS terhadap Iran menjadi faktor lain penguat harga emas.
“Komplikasi global ini mendorong harga emas dari US$ 3.800 ke US$ 3.900, bahkan minggu ini bisa ke US$ 3.933. Pada Oktober peluang tembus US$ 4.000 terbuka, dan akhir tahun berpotensi mencapai US$ 4.150,” jelas Ibrahim.
Jika skenario ini terealisasi, harga emas dalam negeri juga diprediksi mencetak rekor baru. “Apabila emas dunia menyentuh US$ 4.150 di akhir tahun, kemungkinan besar logam mulia dalam negeri bisa mencapai Rp 3.000.000,” pungkasnya.

