Saat IHSG Ditutup Turun Tipis 0,14%, Saham ARA Bertaburan Dipimpin SAFE hingga JARR
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/9/2025), ditutup berbalik turun 11,08 poin (0,14%) menjadi 8.040. Meski di awal transaksi sempat melesat ke level tertinggi intraday sepanjang masa level 8.087 dengan nilai transaksi Rp 17,85 triliun.
Penurunan dipicu atas kejatuhan saham-saham big cap berikut, seperti saham AMMN anjlok 8,14% menjadi Rp 7.050, saham DSSA turun 0,570% menjadi Rp 113.500, saham TPIA turun 1,56% menjadi Rp 7.875, BREN melemah 1,38% menjadi Rp 8.925, BBRI turun 2,12% menjadi Rp 4.160, dan BBCA melemah 0,96% menjadi Rp 7.725.
Baca Juga
Menkeu Klaim Rupiah Melempem Akibat Kerusuhan Demo di Akhir Agustus 2025
Secara sektoral penyumbang utama penurunan indeks kali ini datang dari saham sektor keuangan sebanyak 0,27% dan sektor kesehatan 0,23%. Sebaliknya saham lainnya ditutup menguat, seperti saham sektor industri 2,43%, sektor infrastruktur naik 1,76%, sektor material dasar 1,27%, sektor energi 1,25%, dan sektor properti naik 0,88%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 34,43% menjadi Rp 246, saham PT Indospring Tbk (INDS) sebanyak 25% menjadi Rp 280, PT Star Pacific Tbk (LPLI) naik 25% menjadi Rp 515, PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) naik 25% menjadi Rp 300, dan PT Atlas Resources Tbk (ARII) menguat 25% menjadi Rp 340, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik 24,77% menjadi Rp 680.
Lompatan hingga ARA juga melanda saham PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) menguat 24,84% menjadi Rp 2.010, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 24,77% menjadi Rp 2.720, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik 24,49% menjadi Rp 605, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 24,42% menjadi Rp 525. ARA juga melanda saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) sebanyak 24,78% menjadi Rp 1.435, PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) naik 24,52% menjadi Rp 386, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebanyak 19,95% menjadi Rp 13.075
Baca Juga
Menkeu Optimistis Pemangkasan Bunga The Fed Perkuat Ekonomi RI
Akhir pekan lalu, IHSG BEI ditutup ke rekor tertinggi baru dengan kenaikan 42,53 poin (0,53%) menjadi 8.051 dengan pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) jumbo mencapai Rp 2,86 triliun. Net buy terbanyak dicatatkan saham AMMN senilai Rp 1,63 triliun dan BRMS Rp 1,16 triliun.
Kenaikan indeks tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti industry 4,55%, material dasar 1,87%, energi 1,05%, konsumer non primer 1,26%, infrastruktur 0,67%, sektor kesehatan 0,75%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, property, dan transportasi. Sedangkan saham penyumbang utama PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 4,46% menjadi Rp 114.150.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini catatatkan auto reject atas (ARA), yaitu saham AMAN naik 34,92% menjadi Rp 170, HDFA naik 34,92% menjadi Rp 170, CSIS naik 34,56% menjadi Rp 183, saham TALF melesat 25% menjadi Rp 545, dan LIVE naik 25% menjadi Rp 330. ARA juga melanda saham FISH naik 24,81% menjadi Rp 1.610, saham LPLI naik 24,85% menjadi Rp 412, JARR naik 24,57% menjadi Rp 2.180, dan SKBM naik 24,71% menjadi Rp 434.

