BNLI Perkuat Fondasi, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Permata Tbk (BNLI) memperkuat posisinya sebagai salah satu bank menengah terkemuka di Indonesia dengan mengakselerasi akuisisi nasabah, meningkatkan porsi dana murah (CASA), serta memperkuat pendanaan di tengah tekanan margin bunga bersih (NIM).
Langkah ini mendorong Samuel Sekuritas merekomendasikan speculative buy saham BNLI dengan target harga Rp 4.500. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PBV sebanyak 3,5 kali, dibanding valuasi saat BNLI diakuisisi Bangkok Bank pada level 3,0 kali.
Baca Juga
Gelar Wealth Wisdom Lagi, Bank Permata (BNLI) Bidik Pertumbuhan Nasabah Prioritas Dua Digit
Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa sejak September 2024, BNLI melakukan rebranding melalui peluncuran logo baru dan aplikasi Permata ME dengan fitur lintas negara, seperti pembayaran QR dan transaksi valuta asing (FX). Aksi ini diharapkan bisa menekan biaya dana dalam 2–3 tahun ke depan.
BNLI juga melakukan realokasi kredit pada segmen dengan yield tinggi, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan pinjaman komersial, sambil menjaga penyaluran kredit ke ekosistem korporasi. Sepanjang semester I-2025, penyaluran kredit perseroan mencapai Rp 163 triliun atau tumbuh 7,4% yoy terdorong diversifikasi ke segmen komersial dan konsumer.
Selain itu, Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa BNLI berhasil memperbaiki kualitas aset yang ditunjukkan penurunan gross NPL menjadi 2,1% di kuartal II-2025, dibanding 2,4% pada periode sama 2024. Efisiensi juga menjadi fokus dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan (CIR) membaik ke level 48,5% pada kuartal II-2025, dibanding 50,1% di 2024. Penurunan ini ditopang otomatisasi proses, digital onboarding, dan modernisasi cabang.
“Dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 34,6%, BNLI memiliki ruang ekspansi kredit dan absorpsi risiko yang kuat,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
BEI Suspensi Saham KJEN dan MPXL Hari Ini Usai Lompatan Harga Ini
Dengan sejumlah aksi tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan, CAGR laba bersih BNLI bisa mencapai 9,5% pada periode 2025–2027 ditopang perbaikan margin, hasil kredit lebih tinggi, serta efisiensi biaya. Hal ini membuat saham ini layak direkomendasikan Speculative Buy dengan target harga Rp 4.500 per saham.
Samuel Sekuritas memperkirakan laba bersih BNLI mencapai Rp 3,25 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 3,56 triliun. Pendapatan bunga bersih juga diprediksi turun menjadi Rp 9,49 triliun tahun ini, dibandingkan tahun lalu senilai Rp 10,22 triliun. Sedangkan tahun 2026 dan 2027 akan mulai lanjutkan kenaikan.

