Adhi Karya (ADHI) Bidik Kontrak Baru Rp 17 Triliun pada 2026, Ini Proyek Pendukungnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membidik perolehan proyek baru sekitar Rp 17 triliun pada 2026. Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson meyakini, perseroan dapat meraih kontrak lebih banyak tahun depan karena sejumlah anggaran pemerintah akan lebih terfokus.
Dari sisi konstruksi, Entus menyebut bahwa beberapa proyek yang mulai banyak dikembangkan adalah pekerjaan terkait hilirisasi.
“Saya kira mungkin untuk tahun depan ini lebih rendah, dibandingkan dengan tahun lalu, kurang lebih sekitar Rp 17 triliunan untuk proyekan perolehan ini. Ini pun kami masih menunggu beberapa lelang dan beberapa keputusan dari hasil tender untuk dalam 3-4 bulan mendatang,” papar Entus dalam Public Exposes Live 2025, Senin (8/9/2025).
Baca Juga
Medco Energi Gelar Buyback US$ 50 Juta, Saham Bisa Makin Seksi?
Ke depan, manajemen menginformasikan akan menggeser fokus perolehan kontrak baru, ke beberapa proyek konstruksi besar yang banyak melibatkan pihak swasta, baik lokal maupun asing. “Ini nanti mungkin akan memberikan tambahan prosentase kontribusi ke asing,” sambung dia.
Sementara, profil pekerjaan yang digarap Adhi hingga pertengahan tahun ini masih didominasi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 44% dan pemerintah melalui APBN dengan porsi sekitar 22%. Sedangkan proyek yang berasal dari perusahaan swasta baru mencapai sekitar 16%.
Hingga semester I-2025, ADHI membukukan pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun yang menurun 33% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. ADHI membukukan pendapatan JO sebesar Rp 4,3 triliun dan pendapatan NJO sebesar Rp5,7 triliun.
Kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari proyek infrastruktur Jalan Tol Yogyakarta Bawen Paket 1, Jalan Tol Solo Yogyakarta-Kulon Progo, dan Pabrik PUSRI III-B.
Kemudian dari sisi laba kotor, emiten pelat merah itu mencetak laba kotor sebesar Rp 521 miliar atau meningkat 10% (yoy). ADHI mencetak laba selama kuartal II-2025 sebesar Rp7,5 miliar atau turun 46% (yoy). Turunnya kinerja pada periode ini merupakan dampak dinamika perolehan kontrak.
Baca Juga
Kinerja Keuangan Adhi Karya (ADHI) Turun Drastis di Semester I
Direksi mengakui bahwa pertumbuhan nilai kontrak oleh perseroan tahun ini masih melambat, akibat siklus lima tahunan yang mengikuti penyesuaian fokus anggaran pemerintah saat pergantian periode kepemimpinan presiden. Hal ini terbukti secara historis pada 2010, 2015, dan 2020.
“Sebelum-sebelumnya pada saat 2010 juga hal yang terjadi sama. Syclical yang 5 tahunan ini dan ini memang ada penurunan di tahun ini,” imbuh Entus.
Di sisi lain, total aset ADHI pada kuartal II-2025 mencapai Rp 34,4 triliun, menurun 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Liabilitas ADHI pada akhir Juni 2025 mencapai Rp 24,7 triliun, menurun 8% (yoy) sebagai dampak pelunasan kewajiban.
Sedangkan ekuitas ADHI per 30 Juli 2025 sebesar Rp 9,7 triliun. Rasio DER Interest Bearing Debt ADHI sebesar 0,89x dan rasio total liabilitas terhadap ekuitas ADHI sebesar 2,55x.

