Saham Sentuh Rekor Rp 100 Ribu, Dian Swastatika (DSSA) ternyata Ekspansif di Energi Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tembus level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) Rp 100 ribu per saham pada Kamis (28/8/2025). Dengan kenaikan tersebut saham emiten yang dikendalikan Sinarmas ini telah melambung lebih dari 171% sepanjang tahun 2025 berjalan atau year to date (ytd).
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DSSA sempat melesat Rp 5.000 (5,26%) menjadi Rp 100.000. Rentang pergerakan kisaran Rp 93.550-100.000. Kenaikan tersebut menjadikan DSSA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar keempat di BEI.
Baca Juga
FTSE Rebalancing Konstituen DSSA Masuk, Sebaliknya Emiten Prajogo Absen
Dengan kenaikan harga pesat tersebut kapitalisasi pasar DSSA mencapai Rp 769,95 triliun atau memperkuat posisinya sebagai emiten dengan market cap terbesar nomor empat setelah BREN Rp 1.294,38 triliun, BBCA Rp 1.023,18 triliun, dan DCII bernilai Rp 803,07 triliun.
Berdasarkan data BEI, saham DSSA tercatat sebagai saham dengan penyumbang terbesar kedua terhadap kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sepanjang ytd mencapai 222,74 poin. Sedangkan penyumbang terbesar masih dipegang DCII dengan kontribusi sebanyak 328,11 poin.
Sebelumnya, MSCI Global Standard Index telah memasukkan saham DSSA dalam daftar untuk kategori kapitalisasi pasar besar. Begitu juga FTSE Index juga memasukkan saham DSSA dalam daftar konstituen saham large market cap yang akan mulai berlaku awal bulan depan.
Baca Juga
Saat ini, DSSA tengah gencar daya saing melalui inisiatif investasi strategis jangka panjang yang selaras dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perseroan secara konsisten mendorong sinergi antar lini bisnis untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya dalam menjawab tantangan global dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Komitmen perseroan terhadap transisi energi hijau diwujudkan melalui pengembangan proyek-proyek strategis di lini bisnis energi baru dan terbarukan. Melalui beberapa entitas anaknya, Perseroan tengah mengembangkan tiga proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Cipanas dan Cisolok (Jawa Barat), serta Nage (Nusa Tenggara Timur), dengan total kapasitas hingga 140 MW dan target operasi komersial pada 2029.
Di bisnis energi surya, Dian Swastatika (DSSA) melalui sebuah perusahaan patungan telah membangun pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1–2 GWp per tahun di Kawasan Industri Kendal Jawa Tengah. Melalui entitas anaknya, PT Daya Mas Agra Sejahtera (Dian Solar), Perseroan juga telah mengembangkan sel dan panel surya untuk industri dan komersial.

