Patriot Bond Diluncurkan, Analis: Netral untuk IHSG, tapi Untungkan Emiten EBT Ini
JAKARTA, investortrust.id – Patriot Bond yang baru saja diluncurkan BPI Danantara menjadi instrumen pembiayaan strategis yang patut diperhatikan. Meski imbal hasilnya relatif rendah, hanya 2% per tahun atau jauh di bawah obligasi pemerintah dengan rata-rata return di atas 5%.
Penerbitan Patriot Bond bertujuan memperkuat kemandirian pembiayaan nasional sekaligus menyediakan dana segar bagi sektor strategis, salah satunya energi baru terbarukan (EBT). Founder Republik Investor sekaligus Analis Pasar Modal, Hendra Wardana, menilai jika dana dari penerbitan ini benar dialokasikan ke proyek EBT, hal itu berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten sektor energi hijau.
Baca Juga
Kadin Nilai Patriot Bond Danantara Jadi Momentum Perkuat 'Green Business'
“Investor akan melihat dukungan pemerintah dan lembaga strategis dalam mempercepat transisi energi, yang pada akhirnya memperkuat prospek pertumbuhan emiten EBT,” jelasnya kepada investortrust.id, Rabu (27/8/2025).
Konsp tersebut, terang Hendra, bakal menguntungkan saham-saham emiten EBT, seperti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan target harga Rp 10.500, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan target Rp 1.835, serta PT Toba Bara Tbk (TOBA) dengan target Rp 1.500.
Dia menekankan bahwa Patriot Bond tidak akan berdampak signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Imbal hasilnya sangat rendah, sehingga lebih bersifat instrumen patriotik ketimbang investasi murni. Investor yang masuk biasanya termotivasi kontribusi pembangunan nasional, bukan mencari profit tinggi. Daya tariknya kalah kompetitif dibandingkan SBN retail seperti SR atau ORI yang menawarkan yield mendekati 6%,” jelasnya.
Netral bagi IHSG
Dari sudut pasar modal, Patriot Bond dipandang netral bagi IHSG. Meski begitu, penerbitan ini menambah optimisme karena pemerintah serius mencari sumber pembiayaan alternatif di luar pasar utang konvensional. “Jika dibandingkan langsung, Patriot Bond memang kalah menarik dari sisi return dibandingkan obligasi pemerintah maupun peluang saham,” tegas Hendra.
Baca Juga
Meski demikian, ia menyebut nilai tambah Patriot Bond terletak pada posisinya sebagai instrumen simbolis yang mencerminkan kontribusi pelaku usaha nasional dalam pembangunan.
“Bagi investor murni pencari imbal hasil, pasar saham dan obligasi pemerintah tetap lebih menjanjikan. Apalagi prospek emiten EBT sedang meningkat seiring komitmen transisi energi, sehingga saham-saham sektor ini berpeluang memberi capital gain lebih tinggi dibanding kupon obligasi. Dengan demikian, Patriot Bond tepat dipandang sebagai alternatif diversifikasi portofolio patriotik, sementara investor berorientasi keuntungan tetap menjadikan pasar modal sebagai pilihan utama,” pungkasnya.

