Suspensi Saham BWPT dan COCO Dibuka, Penguatan bakal Berlanjut?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mulai sesi I, Jumat (22/8/2025). Sebaliknya saham PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) dihentikan sementara dipicu atas lompatan harga dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham BWPT kemarin dipicu atas lompatan harga yang mengesankan dalam beberapa pekan terakhir. Data BEI menyebutkan kenaikan saham BWPT telah mencapai lebih dari 167% menjadi Rp 155 dalam tiga bulan terakhir.
Baca Juga
Penguatan harga tersebut didukung berlanjutnya pertumbuhan kuat kinerja keuangan emiten yang dikendalikan Rajawali Group ini.BWPT mencetak lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 46,99% menjadi Rp 260,21 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 177,02 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha BWPT dari Rp 4,20 triliun menjadi Rp 4,30 triliun bersamaan dengan penurunan beban pokok penjualan dari Rp 3,14 triliun menjadi Rp 3,04 triliun. Alhasil laba kotor meningkat dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 1,25 triliun.
Baca Juga
Eagle High (BWPT): Juara SDG Innovation hingga Cetak Lonjakan Laba 48% di Semester I-2025
Begitu juga dengan saham COCO dihentikan sementara akibat penguatan signifikan lebih dari 526% menjadi Rp 426 dalam tiga bulan terakhir atau sebelum terkena suspense kedua pada 1 Agustus 2025. Selain dibuka kembali, perdagangan saham COCO masuk dalam papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auctuion (FCA) setelah terkena suspense lebih dari satu hari bursa.
COCO sebelumnya mengumumkan rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dengan target 2,66 miliar saham dalam waktu dekat. Sedangkan Mahogany Global bertindak sebagai pengendali perusahaan ini dengan kepemilikan 61,12% saham.
Terkait suspense saham SBAT dilakukan setelah saham tersebut ditransaksikan di PPK lebih dari satu tahun beruntun. Sedangkan dalam transaksi di PPK, harga saham SBAT bergerak dalam rentang Rp 1-2 per saham.
Grafik Saham COCO dan BWPT

