Kepemilikan BTC Besar-Besaran Binance Picu Kekhawatiran Sentralisasi Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Binance kembali mencatat dominasi tertinggi dalam cadangan Bitcoin global, memicu peringatan dari para analis terkait risiko sentralisasi pasar kripto. Data CryptoQuant menunjukkan, porsi cadangan Bitcoin di Binance stabil di kisaran 20-21% sepanjang musim panas, sebelum naik ke level 22-23% pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025.
Melansir CryptoNewsFlash, Kamis (14/8/2025), dengan pangsa sebesar itu, Binance menjadi pusat penemuan harga (price discovery) dalam struktur pasar. Konsentrasi likuiditas di satu bursa membuat buku pesanan (order book) lebih mudah condong ke satu sisi, sementara klaster likuidasi dan sensitivitas instrumen derivatif meningkat bahkan hanya dengan pergerakan cadangan yang kecil.
Analis mencatat, rasio cadangan menjadi indikator penting tren harga. Jika cadangan Binance naik bersamaan dengan lonjakan harga Bitcoin, biasanya berarti pasokan kembali terpenuhi sehingga momentum cenderung melemah kecuali permintaan spot tetap tinggi.
Baca Juga
Kapitalisasi Pasar Melebihi Google dan Amazon, Harga Bitcoin Melejit ke Rp 2 Miliar
Sebaliknya, penurunan cadangan di tengah reli harga sering mengindikasikan pasokan terbatas dan tren kenaikan yang lebih sehat.
On-chain analyst Willy Woo memperingatkan adanya risiko struktural di balik pertumbuhan Bitcoin, terutama terkait konsentrasi kustodian. Menurutnya, meskipun kapitalisasi pasar Bitcoin telah mencapai US$ 2,42 triliun, nilainya masih jauh di bawah emas (US$ 23 triliun) dan suplai uang dolar AS (sekitar US$ 21,9 triliun).
Baca Juga
Bitcoin Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di US$ 123.500-an, Ethereum Segera Menyusul
Willy menyoroti bahwa investor institusional cenderung memilih kustodian besar seperti Coinbase Custody, alih-alih menyimpan kunci pribadi (self-custody). Meski praktis, pola ini membuka risiko besar jika terjadi intervensi kebijakan atau hukum negara.
Ia mengingatkan, kehilangan kendali atas kunci berarti menyerahkan risiko kepada pihak ketiga, sementara arus balik koin kustodian ke pasar dapat menimbulkan tekanan harga.

