Laba Unilever (UNVR) kembali Tergerus di Semester I-2025, Nilainya Jadi Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp 2,15 triliun hingga semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,46 triliun. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan penjualan bersih.
UNVR dalam rilis laporan kinerja keuangan di BEI, Kamis (31/7/2025), disebutkan bahwa penjualan bersih turun dari Rp 19,04 triliun menjadi Rp 18,20 triliun. Laba usaha juga melemah dari Rp 3,19 triliun menjadi Rp 2,89 triliun.
Baca Juga
Unsuspensi Saham NRCA dan BUVA, Penguatan bakal Tetap Melesat?
Sejalan dengan penurunan tersebut laba bersih terkoreksi dari Rp 2,46 triliun menjadi Rp 2,15 triliun. Penurunan tersebut juga dipicu lompatan biaya keuangan dari Rp 33,71 miliar menjadi Rp 77,47 miliar. Alhasil laba per saham dasar tergerus dari Rp 65 menjadi Rp 57.
Sebelumnya, Presiden Direktur Unilever Benjie Yap mengatakan, Unilever Indonesia (UNVR) memfokuskan transformasi bisnis dan organisasi untuk mendongkrak kinerja keuangan tahun 2025. Aksi ini dilakukan untuk memutus tren penurunan kinerja dalam enam tahun terakhir.
Sebagaimana diketahui UNVR mencatatkan penurunan laba bersih sebanyak 30% menjadi Rp 3,4 triliun tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 4,8 triliun. Berdasarkan data Unilver (UNVR) konsisten mencatatkan penurunan laba sejak 2019 bernilai Rp 7,39 triliun, tahun 2020 mencapai Rp 7,05 triliun, tahun 2021 Rp 5,71 triliun, tahun 2022 Rp 5,51 triliun, dan tahun 2023 Rp 4,49 triliun.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Bagikan 99,7% dari Laba 2024 sebagai Dividen, Nilainya Segini
UNVR tengah berfokus pada transformasi bisnis dan organisasi yang sudah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham baru-baru ini, seperti divestasi bisnis es Krim.
Langkah-langkah strategis ini, kata Benjie, bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat posisi di pasar dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. “Sepanjang tahun 2024, kami mengambil tindakan yang tegas dan berani untuk menangani masalah-masalah utama dengan semaksimal mungkin. Meskipun berbagai upaya tersebut berdampak pada kinerja jangka pendek, namun langkah-langkah ini berhasil memperkuat fundamental bisnis kami,” kata Benjie.

