Hasnur (HAIS) Cetak Laba Rp 34 Miliar di Tengah Badai Geopolitik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), emiten penyedia jasa logistik dan transportasi laut membukukan laba bersih Rp 34,09 miliar pada kuartal II 2025. Capaian ini diraih di tengah tekanan pasar global dan tantangan geopolitik yang mempengaruhi industri logistik dan pelayaran laut.
"Pencapaian ini menunjukkan kemampuan HAIS menjaga profitabilitas dan menegaskan fondasi operasional kuat meskipun terjadi fluktuasi pada beberapa pos pendapatan dan beban lain-lain," kata Direktur Keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk Rickie dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga
Hasnur Internasional (HAIS) Optimis Pendapatan dan Laba 2025 Tumbuh 5-10%
Dia mengatakan, kinerja positif tersebut ditopang pendapatan bersih sebesar Rp 434,86 miliar. Di sisi lain, beban pokok pendapatan pada kuartal II 2025 turun 6,90% menjadi Rp 338,40 miliar dari Rp 363,50 miliar pada kuartal II 2024 yang menunjukkan pengelolaan biaya efektif.
Kinerja kuartal II 2025 ini masih terdampak kondisi penyesuaian pasar atas situasi geopolitik global yang berpengaruh terhadap harga dan tingkat permintaan batu bara sebagai komoditas kargo utama yang diangkut HAIS, serta faktor cuaca yang berpengaruh terhadap produktivitas armada.
Meski begitu, perseroan mampu mengangkut kargo sebanyak 5,07 juta metrik ton pada periode semester I 2025 ini. Perseroan tetap menjaga efisiensi operasional dan optimalisasi rute pelayaran untuk mendukung volume angkutan yang ada.
Baca Juga
Tambah Armada, Kapal Hasnur (HAIS) Siap Genjot Pengiriman Batu Bara ke ASEAN
"Kami tetap optimistis dengan prospek bisnis ke depan, meski menghadapi dinamika pasar. Fokus kami adalah efisiensi operasional, optimalisasi armada, dan ekspansi rute strategis,” kata dia.
Perseroan terus memantau dinamika pasar dan menyiapkan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Dengan fundamental kuat dan strategi yang terarah, HAIS optimistis dapat terus meningkatkan kinerja di sisa tahun 2025.

