J Trust Bank (BCIC) Cetak Laba Rp 112,86 Miliar di Semester I 2025, Tumbuh 30,49%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank JTrust Indonesia atau J Trust Bank (BCIC) sukses membukukan laba bersih Rp 112,86 miliar di semester I 2025, atau tumbuh 30,49% dibanding periode yang sama 2024 yaitu Rp 86,49 miliar.
Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai mengungkapkan, sepanjang paruh pertama tahun ini pihaknya mampu mempertahankan momentum dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pinjaman dan simpanan nasabah, serta tetap menjaga kualitas aset.
“Sehingga bank mampu menghasilkan laba bersih pada semester pertama yang lebih baik dari periode yang sama tahun lalu,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga
Perluas Akses 'Private Banking' Internasional, J Trust Bank Gandeng Bendura Bank AG
Menurut Fukadai, katalis utama pertumbuhan laba bersih adalah meningkatnya laba operasional sebesar 58,56%, dari Rp 78,01 miliar pada semester I 2024 menjadi Rp 123,70 miliar di periode yang sama tahun ini.
Naiknya laba operasional, turut didorong oleh peningkatan kredit netto menjadi Rp 28,58 triliun pada Juni 2025, naik 5,95% dibanding periode yang sama tahun 2024 yakni Rp 26,98 triliun. Sementara, rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) neto tetap terjaga di level 1,37%.
Dari sisi penghimpunan dana, bank berkode saham BCIC ini berhasil mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 33,96 triliun hingga akhir Juni 2025.
Baca Juga
J Trust Bank (BCIC) Sebentar Lagi Rights Issue, Nilainya Jumbo
J Trust Bank juga mencatatkan permodalan yang kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 13,11% per Juni 2025. Fukadai mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa pihaknya berada di posisi yang solid untuk menopang pertumbuhan secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang kuat, J Trust Bank terus meningkatkan kapabilitas digital dan menjamin perbankan yang aman. Kami berkomitmen untuk dapat menjawab kebutuhan nasabah melalui ragam produk, layanan, dan program yang inovatif,” katanya.

