IHSG Cetak Rekor Lagi Usai Ditutup Naik 0,17%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/7/2025), ditutup berbalik naik tipis 12,6 poin (0,17%) ke tertinggi baru level penutupan 7.543 terhitung sejak 1 November 2024, meski pergerakan sepanjang hari di zona merah. Rentang laju indeks 7.515-7.552 dengan nilai transaksi Rp 10,31 triliun.
Kenaikan tersebut didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,66%, sektor infrastruktur 1,29%, sektor material dasar 0,88%, sektor industry 0,75%, dan sektor property 0,46%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor transportasi, kesehatan, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Anjlok di Semester I, ESSA Optimistis Pemulihan Kinerja Terjadi di Semester II
Di tengah penguatan tipis tersebut, empat saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik 25% menjadi Rp 925, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) naik 24,74% menjadi Rp 2.370, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) naik 24,62% menjadi Rp 496, dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) naik 19,95% menjadi Rp 22.700. Kenaikan juga melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) sebanyak 20,91% menjadi Rp 133.
Sebaliknya penurunan dalam melanda lima saham berikut, yaitu FMII melemah 14,65% menjadi Rp 338, PANR anjlok 14,12% menjadiR p 730, FITT melemah 14,62% menjadi Rp 181, RELI anjlok 13,41% menjadi Rp 710, dan VTNY turun 12,62% menjadi Rp 90.
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 61,67 poin (0,83%) ke tertinggi baru dalam enam bulan level 7.530,90 dengan pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 175,37 miliar, terbanyak BBRI Rp 304,65 miliar, ASII Rp 121,13 miliar, dan ANTM Rp 101,12 miliar.
Baca Juga
Investor Singapura Masuk, Lovina Beach (STRK) Siap Pasarkan Produk Alkohol Premium secara Global
Penguatan indeks didukung kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan 3,03%, industry menguat 0,77%, dan sektor material dasar naik 0,14%. Sejumlah sektor saham lainnya ditutup melemah dimotori saham sektor energi.
Sedangkan saham penopang utama lompatan indeks datang dari penguatan pesat saham bank besar, seperti BBRI melesat 3,95% menjadi Rp 3.950, BBNI naik 2,93% menjadi Rp 4.220, BMRI menguat 2,56% menjadi Rp 4.800, BBCA naik 0,89% menjadi Rp 8.500, dan BRIS melesat 4,40% menjadi Rp 2.850. Kenaikan juga ditopang penguatan saham AMMN hingga ASII.

