Hermanto Tanoko Bersiap Bawa IPO Saham dengan Sektor Kimia Bahan Bangunan
JAKARTA, investortrust.id - Konglomerat asal Surabaya, Hermanto Tanoko, mengungkapkan rencana untuk melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham satu perusahaan sektor kimia di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam 1-2 tahun mendatang. Nilai IPO saham perusahaan tersebut diperkirakan jumbo.
“Masih ada yang antre, tapi semuanya harus perform dulu. Yang ini dari sektor kimia, tetap Business-to-Consumer (B2C) dan bisa masuk ke seluruh jaringan PT Avia Avian Tbk (AVIA). Arah utamanya tetap ke building material. Mungkin 1–2 tahun lagi lah (IPO-nya),” ujarnya saat ditemui usai seremoni pencatatan saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) di Gedung BEI, Kamis, (10/7/2025).
Baca Juga
Gelontorkan Rp 200 Miliar, Emiten Hermanto Tanoko akan Bangun Tiga Pabrik AMDK Ini
Sebagaimana diketahui, Hermanto Tanoko pendiri Tancorp menjadi investor strategis di perusahaan sektor edukasi, MERI yang hari ini resmi melantai di BEI. Saham MERI dibuka dengan lonjakan signifikan hingga menembus batas auto rejection atas (ARA) atau naik 44 poin (34,38%) ke level Rp 172 per saham.
Dia mengatakan, keputusan membawa lebih banyak perusahaan nasional ke bursa merupakan bagian dari visinya untuk memperkuat industri dalam negeri dan mendorong kemandirian nasional.
“Saya ingin semakin banyak perusahaan nasional yang bisa menjadi pemimpin pasar di Indonesia. Jangan semua produk diambil dari luar negeri, kita tidak hanya ingin menyamai, tapi bisa menciptakan kelebihan-kelebihan inovasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia tercinta,” jelas dia.
Hermanto menambahkan, jika sebuah perusahaan mampu tumbuh dan bersaing secara sehat, maka ia siap membawa perusahaan tersebut listing di BEI. Namun, ia tidak memaksakan sebuah perusahaan untuk masuk bursa, jika belum siap berkembang secara berkelanjutan. “Kalau perusahaannya belum siap bertumbuh ya tidak akan saya lepas ke publik. Tapi kalau perusahaan itu sudah terbukti bisa berkembang dan punya masa depan, saya izinkan untuk IPO,” jelasnya.
Baca Juga
Perusahaan Hermanto Tanoko Ini Tambah Jutaan Saham Mega Perintis (ZONE), Ada Apa?
Dia juga menekankan pentingnya literasi dan kesadaran investor ritel terhadap investasi saham jangka panjang. Diriya mengajak para investor untuk tidak terjebak pada fluktuasi jangka pendek di pasar saham.
"IPO itu ajakan berbagi. Tapi kita berbagi kebahagiaan, bukan kerugian. Jadi sebelum berinvestasi, harus tahu dulu fundamental perusahaannya, bagaimana rasio PE-nya, dan apakah masih bisa bertumbuh ke depan. Yuk, berinvestasi itu untuk jangka panjang. Jangan hanya dilihat hari ini naik atau tidak, atau besok untung atau tidak. Lihat setahun, dua tahun ke depan. Semua perusahaan yang saya masuki, itu untuk jangka panjang, bukan spekulasi jangka pendek,” tutupnya.

