Masyarakat Makin Cermat Kelola Uang, Kripto Jadi Primadona Baru Investasi
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan biaya hidup dan tekanan ekonomi mendorong masyarakat Indonesia lebih cermat dalam mengatur keuangan. Tak hanya menabung dan berhemat, kini banyak melirik aset investasi alternatif seperti emas dan kripto untuk mengamankan masa depan finansial mereka.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, kondisi ekonomi yang menantang telah mengubah pola pikir keuangan masyarakat secara signifikan. Kini, masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan tabungan konvensional, tapi mulai menjajaki instrumen investasi jangka panjang yang memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi.
Baca Juga
Bitcoin Tembus Rp1,77 Miliar, Pasar Kripto Bergolak di Tengah Ancaman Tarif AS
“Kami melihat perubahan signifikan dalam mindset keuangan masyarakat. Ini momentum penting untuk memperkuat edukasi finansial dan pemahaman tentang instrumen investasi, termasuk kripto,” kata Calvin dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7/2025).
Menurut Calvin, daya tarik kripto terletak pada aksesibilitas dan potensi pertumbuhannya yang tinggi. Aset digital seperti Bitcoin kini bukan sekadar alat spekulasi, melainkan menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital yang inklusif dan terbuka untuk siapa saja.
Meski demikian, perdebatan soal kripto terus bergulir. Sebagian pihak menyebut Bitcoin sebagai zero sum game, yakni sistem di mana satu pihak untung berarti pihak lain rugi.
Baca Juga
Danantara Teken MoU dengan ACWA Power, Bawa Investasi US$ 10 Miliar untuk Proyek EBT
Namun, Calvin membantah pandangan tersebut. Ia menekankan bahwa kripto, khususnya Bitcoin, justru merupakan positive sum game, sebuah sistem yang menciptakan nilai bagi semua partisipan melalui kepercayaan, adopsi teknologi, dan partisipasi aktif.
“Nilai kripto bukan sekadar spekulasi, tapi berasal dari inovasi, edukasi, dan inklusi. Kripto bukan soal menang atau kalah, tapi soal menciptakan nilai baru secara kolektif,” jelas Calvin.
Baca Juga
Danantara Teken MoU dengan ACWA Power, Bawa Investasi US$ 10 Miliar untuk Proyek EBT
Dia juga menyoroti bahwa pertumbuhan dunia kripto tidak lepas dari kolaborasi antara pengguna, pengembang, dan institusi yang membangun infrastruktur blockchain, serta teknologi seperti decentralized finance (DeFi). “Yang paling penting bukan hanya membeli kripto, tapi memahami prinsip dan fungsinya sebagai alat inovasi dalam sistem keuangan,” imbuhnya.
Dengan edukasi yang tepat dan pemanfaatan yang bijak, kripto dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang untuk diversifikasi investasi dan peningkatan literasi keuangan digital di tengah ketidakpastian ekonomi global.

