Transakasi Saham PACK dan UDNG Dibuka Kembali, Bakal Lanjutkan Lompatan Harga?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG). Transaksi kedua saham ini juga langsung masuk papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanismpe perdagangan full call auction (FCA) mulai sesi I, Senin (30/6/2025).
BEI dalam pengumuman resminya pekan lalu menyebutkan bahwa suspense atas perdagangan saham PACK dan UDNG di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I pada 30 Juni 2025.
Baca Juga
Sebagaimana diketahui, BEI sebelumnya menghentikan perdagangan saham PACK sejak 17 Juni 2025 setelah terjadi lonjakan harga. Saham ini telah melesat lebih dari 630% sepanjang year to date (ytd) dan mencapai 130% dalam sebulan terakhir menjadi Rp 4.970 sebelum disusupensi. Sedangkan kenaikan harga dalam setahun terakhir telah mencapai 14.100% dari level Rp 32 menjadi Rp 4.970.
Begitu juga dengan saham UDNG telah mengalami penghentian sementara sejak 12 Juni 2025 akibat lonjakan harga. Level penutupan terakhir saham ini adalah Rp 925. Berdasarkan data perdagangan saham, UDNG telah melambung sebanyak 1.301% dalam setahun terakhir, kenaikan year to date (ytd) lebih pesat lagi mencapai 2.102, dan penguatan dalam sebulan terakhir mencapai 295%.
Baca Juga
Boy Thohir: Pendekatan Budaya dan Agama Akan Pererat Hubungan Indonesia-Tiongkok
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/6/2025), berpeluang menguat menguji resistance 7.000 didukung sejumlah sentimen positif dari pasar global. Saham ERAA dan INDF menjadi pilihan pada perdagangan hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa peluang penguatan IHSG dengan menguji area resistance 7.000 terbuka hari ini. Rentang pergerakan diprediksi 6.730-7000. Sedangkan pergerakan indeks pekan ini akan dipengaruhi rilis sejumlah data ekonomi dalam negeri, seperti neraca perdagangan, tingkat inflasi, dan cadangan devisi negara.

