Harga Bitcoin Melonjak Kembali di Atas US$ 108.000, Ini Proyeksinya di Awal Bulan Juli
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang semester II 2025, Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda-tanda stabilitas harga. Adapun pada akhir pekan ini, BTC sudah berada di level US$ 108.000-an. Pergerakan ini terjadi meskipun terjadi penurunan 20% dalam volume perdagangan 24 jam, sekarang di US$ 30 miliar, yang menunjukkan momentum spot yang kuat membawa reli tersebut. Likuidasi di seluruh pasar mencapai total US$ 19,09 juta selama 24 jam terakhir, dengan posisi short menyumbang hampir semuanya US$ 18,84 juta, sementara likuidasi long tetap minimal di US$ 252.000. Ketidakseimbangan ini menyoroti meningkatnya tekanan pada bears saat harga naik.
Melansir Coinmarketcapnews, Minggu (29/6/2025) total kapitalisasi pasar kripto naik 0,81% hingga mencapai US$ 3,32 triliun, didukung oleh kinerja yang kuat di seluruh aset utama. Ethereum mengikuti jejak Bitcoin, naik 8,7% selama seminggu terakhir menjadi US$ 2.460, meskipun volumenya turun tajam sebesar 35,6% menjadi US$ 7,7 miliar dalam 24 jam terakhir.
Di ruang altcoin, Pudgy Penguins (PENGU) menonjol sebagai peraih keuntungan teratas. Memecoin tersebut melonjak 10,9% dan telah melonjak 59% selama seminggu terakhir, dengan kapitalisasi pasar sekarang berada di US$ 833 juta dan volume harian mencapai US$ 640 juta.
Baca Juga
Bitcoin Stabil Saat S&P 500 Capai Titik Tertinggi Sepanjang Masa
Dengan meningkatnya likuidasi short dan aset-aset utama mempertahankan momentum meskipun volume perdagangan lebih rendah, pasar kripto yang lebih luas tampaknya berada dalam mode risk on menuju minggu baru. Hal ini terjadi di tengah optimisme investor dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sementara itu melansir Finbold, menurut data dari Polymarket, platform prediksi berbasis kripto, para trader memperkirakan peluang 40% bahwa Bitcoin akan ditutup di atas US$ 108.000 pada 1 Juli 2025. Ini menjadikan level tersebut sebagai skenario paling mungkin terjadi berdasarkan taruhan pasar.
Peluang ini mengalami peningkatan sekitar 5% dibandingkan awal pekan, menunjukkan perubahan sentimen investor yang makin optimis. Berikut distribusi kemungkinan harga BTC pada 1 Juli berdasarkan data terbaru:
-
Di atas US$ 108.000 – 40% peluang
-
US$ 106.000 – US$ 108.000 – 29% peluang
-
US$ 104.000 – US$ 106.000 – 20% peluang
-
US$ 102.000 – US$ 104.000 – 9% peluang
-
Di bawah US$ 102.000 – 3% peluang
Baca Juga
Harga Bitcoin (BTC) Siap Melesat ke Rp 2,3 Miliar per Koin? Analis Prediksi Level 'Bullish' Baru
Beberapa analis memperkirakan bahwa apabila BTC berhasil menembus dan bertahan di atas US$ 108.000, maka potensi mencetak rekor tertinggi baru terbuka lebar.
Salah satu analis terkemuka, Ted Pillows, menyebut dalam unggahan di platform X (dulu Twitter) bahwa Bitcoin kini memasuki fase akumulasi Wyckoff, sebuah pola teknikal yang secara historis sering diikuti oleh reli besar.
Menurut Pillows, level teknikal kunci yang perlu diperhatikan adalah:
-
US$ 106.220 – Zona akumulasi utama
-
US$ 125.200 – Ambang breakout
Jika Bitcoin mampu mempertahankan pergerakan harga di atas dua level ini, bukan tidak mungkin lonjakan menuju US$ 176.000 akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Perkiraan ini juga didukung oleh:
-
Rekor baru di pasar saham AS
-
Meningkatnya likuiditas global (M2)
-
Kembalinya kepercayaan pasar usai serangkaian kesepakatan dagang AS

