Siap Melantai di BEI, Merry Riana Education Bidik Dana IPO Rp 39,99 Miliar
JAKARTA, investortust.id – PT Merry Riana Education Tbk (MERI) siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025 dengan target dana maksimal Rp 39,99 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang edukasi itu akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan harga penawaran Rp 110-150.
“Setelah lebih dari satu dekade memberikan inspirasi dan pendidikan transformasional bagi puluhan ribu anak dan remaja di Indonesia, Merry Riana Education (MRE) siap melantai di papan pengembangan BEI,” kata Founder dan Komisaris Utama MRE, Merry Riana dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Menurut Merry Riana, perseroan bakal melepas maksimal 266,66 juta saham atau sebanyak-banyaknya 25% dari total modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. “Perseroan telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter),” tutur entrepreneur, investor, dan content creator itu.
Baca Juga
Merry menjelaskan, sekitar 65% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk memperluas jaringan Merry Riana Learning Centre lewat model kemitraan dan sewa. Sedangkan 35% lainnya untuk memperkuat program Merry Riana Event, seperti life camp, leadership camp, dan billionaire camp.
“Dana hasil IPO juga akan digunakan untuk perekrutan SDM, pelatihan, pemasaran, serta penguatan infrastruktur digital,” ujar Merry Riana yang juga dikenal sebagai Duta Kesehatan Kementerian Kesehatan, Duta Sahabat Perempuan dan Anak Kementerian PPPA, serta Duta Motivator Ekonomi Kreatif Indonesia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Baca Juga
Harga IPO Saham Rp 850-900, Pancaran Samudera (PSAT) Optimistis Diburu Investor
Dia menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar ekspansi bisnis. “Ini adalah misi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem pendidikan karakter dan soft skills di Indonesia, dengan semangat yang sama ketika MRE pertama kali dirintis, dari sebuah garasi kecil, hingga kini menjelma menjadi pemimpin pasar,” tandas dia.
IPO saham, kata Merry Riana, merupakan momentum yang tepat bagi MRE untuk melakukan lompatan strategis. “IPO ini dirancang bukan untuk keluar dari permainan, tapi justru mempercepat lari maraton MRE ke masa depan,” kata dia.
Tumbuh konsisten dalam tiga tahun terakhir, menurut Merry, MRE memiliki 34 lokasi Merry Riana Learning Centre dan tiga lini revenue yang terus berkembang, yaitu Learning Center, Events, dan Digital Learning.
Baca Juga
Trimitra (BLOG) Bidik Dana IPO Rp 152,07 Miliar, Penggunaan Dana Ini Diungkap
“Di tengah sektor yang terus berubah, edukasi tetap menjadi kebutuhan utama. Ia tidak lekang oleh waktu, tidak tunduk pada siklus ekonomi. Di sanalah posisi MRE. Kami relevan, tangguh, dan masih sangat awal dalam potensi pengembangannya,” papar dia.
Lock-Up dan Hermanto Tanoko
Merry Riana mengungkapkan, sebagai pendiri dan wajah brand MRE, dirinya menempuh langkah yang jarang dilakukan pemegang saham pengendali atau pemegang saham mayoritas, yakni mengunci (lock-up) seluruh kepemilikannya selama lima tahun penuh.
“Saya tidak sekadar menjalankan bisnis. Saya membangun masa depan. Saya percaya nilai MERI bukan hanya ada hari ini, tapi akan terus bertumbuh dalam lima tahun ke depan. Karena itu, saya memilih untuk stay bersama Anda,” papar dia.
Komitmen ini, kata Merry Riana, menjadi jaminan moral bagi investor bahwa sang founder tetap berdiri di depan, bukan di pintu keluar. Apalagi MRE punya investor strategis TanCorp, kelompok usaha milik Hermanto Tanoko. “Melalui TanCorp, beliau (Hermanto Tanoko) menjadi investor strategis di MRE,” tutur dia.
Sementara itu, Founder TanCorp, Hermanto Tanoko mengemukakan, setelah IPO rampung, TanCorp bakal tetap aktif mendukung ekspansi dan pertumbuhan MRE. “Kami akan full support,” tegas dia.
Hermanto Tanoko yakin masuknya TanCorp sebagai investor strategis bakal menambah kredibilitas MRE, memberikan dukungan korporat, memperluas akses jaringan, dan memperkuat rujukan (benchmark) profesionalisme yang tinggi.
Baca Juga
Bank Jakarta Siap IPO Awal 2026, Incar Dana hingga Rp 3 Triliun
Merry Riana mengatakan, dalam menjalankan bisnisnya, MRE memilih pendekatan asset-light (model bisnis yang menggabungkan perangkat lunak dan SDM) berbasis kemitraan dan sewa. Strategi ini memungkinkan ekspansi cepat tanpa beban finansial berlebih. Dengan begitu pula, MRE dapat tumbuh berkualitas dan berkelanjutan.
Dia menambahkan, melalui IPO ini, MRE tidak hanya membuka peluang investasi, melainkan juga membuka pintu untuk kolaborasi lebih luas, transparansi yang lebih tinggi, dan tanggung jawab sosial yang lebih besar.
“Masa depan pendidikan bukan ditentukan oleh siapa yang bisa membuat kurikulum, tapi siapa yang berani membangun ekosistem. Pendidikan bukan cuma soal mengajar, tapi soal menggerakkan. Orang tua, guru, komunitas, dan dunia usaha harus jalan bersama,” ujar dia.
Dia menuturkan, didirikan pada 2014, MRE merupakan lembaga pendidikan dan pengembangan diri yang fokus pada pembelajaran keterampilan nonteknis (soft skills) dan pembentukan karakter bagi anak dan remaja. Melalui pendekatan Experiential Learning Technologies, MRE telah menjangkau puluhan ribu siswa di Indonesia.

