Begini Cara Mendapatkan Kripto Secara Pasif Tanpa 'Trading', Berminat?
JAKARTA, investortrust.id - Berinvestasi di kripto tak harus melelahkan dengan aktivitas trading setiap hari. Bagi investor yang ingin tetap menikmati potensi cuan dari aset digital tanpa harus terus-menerus memantau grafik harga, strategi investasi pasif bisa menjadi solusi menjanjikan. Beberapa di antaranya melalui dana indeks kripto dan dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF).
Melansir Cointelegraph, Selasa (24/6/2025), sama seperti di pasar saham, dana indeks kripto dan ETF memungkinkan investor memiliki eksposur terhadap banya aset digital tanpa harus memilih token satu per satu. Dana ini dikelola secara otomatis dan menawarkan diversifikasi, ketenangan pikiran, serta potensi pendapatan pasif.
Apa itu dana indeks dan ETF kripto?
Dana indeks kripto melacak sekumpulan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, atau Solana, yang dikurasi berdasarkan kapitalisasi pasar. Dana ini dikelola secara berkala dan ditawarkan dalam dua bentuk, yaitu terpusat yang dikelola perusahaan keuangan profesional, dan terdesentralisasi yang berbasis kontrak pintar dalam ekosistem decentralized finance (DeFi).
Sementara ETF kripto adalah produk investasi berbasis aset digital yang diperdagangkan di bursa saham tradisional, seperti New York Stock Exchange (NYSE). Contohnya, BITO dari ProShares yang melacak kontrak berjangka Bitcoin, atau BTYC dari Purpose yang memberikan imbal hasil bulanan.
Baca Juga
PINTU Luncurkan Fitur Auto DCA Multiple Asset, Bisa Menabung Rutin hingga 50 Aset Kripto Sekaligus
Cara menghasilkan pendapatan pasif
Instrumen tersebut memungkinkan investor untuk mendapatkan hasil tanpa harus melakukan aktivitas trading. Sumber pendapatannya bisa berasal dari apresiasi nilai aset seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya hadiah staking pada aset proof of stake; hasil dari protokol DeFi (untuk indeks terdesentralisasi); serta distribusi pendapatan rutin dari ETF yang menawarkan strategi covered call.
Dengan strategi ‘tahan dan santai’, investor bisa meminimalkan keputusan emosional dan tetap menikmati pertumbuhan jangka panjang.
Contoh dana indeks dan ETF populer di 2025
Beberapa produk investasi pasif yang mencuri perhatian di tahun ini dari deretan dana indeks, misalnya Bitwise 10 (BITW) yang menyediakan eksposur ke 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar yang cocok untuk pemula, TokenSets (DPI,MVI) yaitu indeks DeFi dan metaverse berbasis kontrak pintar, Nasdaq Crypto Index (NCI) yang melacak kinerja berbagai aset digital terkemuka yang diperdagangkan dalam US$.
Sementara untuk ETF, ada ProShares BITO dan Purpose BTCY yang menawarkan akses kripto lewat pialang tradisional tanpa repot menyimpan kunci pribadi, lalu ada Harvest HBEE yang menargetkan arus kas bulanan dari Bitcoin dan Ethereum melalui strategi covered call.
Baca Juga
Bukan Sekadar Hype dan Kuat Secara Fundamental, 6 Aset Kripto Ini Layak Dilirik Bulan Ini
Risiko tetap ada
Meski menawarkan keuntungan pasif, tetap ada risiko yang harus dipertimbangkan. Misalnya volatilitas pasar kripto yang bisa menyebabkan nilai portofolio berfluktuasi tajam, biaya manajemen dana yang bisa menggerogoti imbal hasil, risiko kontrak pintar terutama untuk indeks yang terdesentralisasi, serta implikasi pajak baik atas capital gain maupun hasil staking.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami mekanisme dana, strategi penyeimbangan kembali, dan biaya sebelum mulai berinvestasi.
Bagi yang tetap berminat, investor bisa membeli ETF melalui pialang saham seperti di Wall Street, atau mengakses dana indeks kripto lewat platform kripto seperti Coinbase, Binance, hingga protokol DeFi seperti Indeks Coop atau TokenSets dengan dompet Web3 seperti MetaMask.

