Market Cap Salip BREN, Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Fasilitas Condensate Splitter di Singapura
JAKARTA, investortrust.id – Aster Chemicals and Energy, perusahaan patungan (joint venture/JV) antara PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan raksasa komoditas global Glencore, resmi menandatangani perjanjian akuisisi atas fasilitas condensate splitter milik PCS Pte. Ltd. di Pulau Jurong, Singapura.
Namun demikian perseroan belum mengungkap nilai transaksi tersebut ke public. Langkah ini menandai strategi ekspansi besar Aster di sektor hilir petrokimia dan energi di Asia Tenggara. Saat ini, Aster Chemicals tengah memproses akuisisi saham Chevron Phillips Singapore Chemicals (CPSC). Kesepakatan akuisisi telah dilaksanakan pada 7 Mei 2025.
Baca Juga
Danantara dan INA Bakal Guyur Investasi Rp 13 Triliun ke Pabrik CA-EDC Chandra Asri (TPIA)
CPSC merupakan perusahaan patungan Chevron Phillips Chemical, EDB Investments Pte Ltd, dan Sumitomo Company Ltd. CPSC mengoperasikan fasilitas polietilena berkapasitas 400.000 ton per tahun di Pulau Jurong, Singapura. Polietilena adalah jenis resin plastik yang digunakan di industri kemasan, konstruksi, dan medis. Aster Chemical & Energy merupakan perusahaan patungan yang dikendalikan CAPGC Pte Ltd. Sedangkan Chandra Asri (TPIA) menggenggam sebanyak 80% saham CAGPC dan sisanya Glencore menguasai 20% saham.
Dalam riset Investment Analyst Stockbit Sekuritas Theodorus Melvin Selasa, (17/6/2025), mengungkapkan bahwa Aster tak sekedar mengambil alih aset, tetapi juga menyiapkan rencana revitalisasi menyeluruh terhadap fasilitas tersebut.
“Dengan langkah ini, kapasitas pengolahan minyak Aster akan melonjak dari 237.000 barel per hari menjadi lebih dari 300.000 barel per hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa, (17/6/2025).
Ekspansi ini merupakan kelanjutan dari strategi jangka panjang Aster, yang sebelumnya juga mengumumkan rencana mengakuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals operator pabrik polietilena berkapasitas 400.000 ton per tahun yang juga berlokasi di Pulau Jurong.
Baca Juga
Siam Cement akan Lepas 10,57% Saham Chandra Asri (TPIA), Nilai Transaksinya bisa Segini
Selain itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengeksplorasi potensi investasi dalam proyek pembangunan pabrik Chlor Alkali Ethylene Dichloride (CA-EDC).
MoU ini menandai peluang masuknya Danantara Indonesia dan INA sebagai investor strategis untuk mendukung pengembangan industri bahan kimia dasar yang vital, seperti soda kaustik dan Ethylene Dichloride komponen penting dalam industri hilir seperti pengolahan nikel. Nilai investasi bersama ditaksir mencapai US$ 800 juta atau setara dengan Rp 13 triliun menjadi bukti untuk memperkuat ketahanan industri Indonesia dan mendorong transformasi ekonomi jangka panjang.
Market Cap Melesat
Sementara itu, saham TPIA melesat pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi II, Selasa (17/6/2025). Saham TPIA menguat 4,29% menjadi Rp 10.325 pada perdagangan hingga pukul 14.30. Bahkan, TPIA sempat cetak rekor intraday Rp 10.650.
Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) emiten yang dikendalikan taipan Prajogo Pangestu ini melesat menjadi Rp 893,22 triliun. Kini, BRPT menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar kedua di BEI setelah BBCA Rp 1.115,63 triliun. TPIA menyalip PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun peringkat menjadi emiten dengan market cap terbesar ketiga Rp 849,54 triliun.

