Saham Ketrosden (KETR) Direkomendasikan Strong Buy, Ini Faktor Pendukungnya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) direkomendasikan strong buy secara teknikal, yaitu indikator MA5, MA10, MA20, hingga MA200. Secara valuasi juga saham ini dinilai sudah murah.
Berdasarkan data saat ini saham emiten perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi ini (KETR) ditransaksikan dengan PER 9,08 kali dan PBVR senilai 0,58 kali. Begitu juga net assets per share (NAVS) KETR telah mencapai Rp 368,09 dan cash equity per shares atau nilai kas per saham senilai Rp 7,43.
Baca Juga
Pantas Sahamnya Melesat hingga Suspend, Sinergi Network (INET) Ternyata Rancang Aksi Ini
Sedangkan dari sisi kinerja keuangan hingga kuartal I-2025, KETR membukukan penurunan pendapatan dari Rp 117,58 miliar menjadi Rp 115,57 miliar. Laba tahun berjalan mencapai Rp 16,73 miliar atau turun dari realisasi periode sama tahun lalu Rp 25,92 miliar. Alhasil laba per saham mencapai Rp 5,89.
Sentimen positif terhadap pergerakan harga saham KETR datang kerja sama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melalui anak usahanya, PT Pusat Fiber Indonesia dengan anak usaha Ketrosden Triasmitra, yaitu PT Jejaring Mitra Persada (JMP) untuk mengembangkan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura.
Baca Juga
Pengendali Berubah, Saham Ketrosden (KETR) Tender Wajib di Level Rp 240
Proyek ini merupakan bagian dari sistem komunikasi kabel laut ( SKKL ) dan akan dijalankan melalui skema Indefeasible Right of Use (IRU) yang memberikan hak penggunaan jangka panjang atas infrastruktur kabel serat optik. INET akan menggelontorkan dana investasi US$ 20 juta

