Jelang Libur Panjang, Investor Lokal Ini Crossing Jual Saham Emtek (EMTK) Rp 1,42 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal domestik mendadak melepas sebanyak Rp 1,42 triliun saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek kepada investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/5/2025). Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 505 per saham atau lebih rendah dari harga penutupan perdagangan sahamnya hari ini.
Transaksi saham EMTK tersebut dilakukan di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/5/2025). Transaksi tutup sendiri atau crossing saham tersebut dibantu oleh broker beli dan jual BCA Sekuritas. BCA sekuritas membantu crossing sebanyak sebanyak 2,82 miliar saham EMTK.
Baca Juga
Borong Saham Emtek (EMTK), Pemegang Saham Ini Gelontorkan Dana Rp 900 Miliar
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham EMTK ditutup menguat Rp 20 (3,64%) menjadi Rp 570, Harga penutupan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan harga crossing saham EMTK hari ini dengan harga pelaksanaan Rp 505 per saham.
Sedangkan berdasarkan data registrasi pemegang saham, Eddy K Sariaatmadja bertindak sebagai pengendali dengan kepemiliki 21,89% saham EMTK. PT Adikarsa Sarana juga bertindak sebagai pemengang saham affiliasi dengan kepemilikan 14,1% saham EMTK dan Alvin W Sariaatmadja selaku pemegang saham affiliasi 0,16% saham EMTK.
Sedangkan pemegang saham lainnya, yaitu Susasnto Suwarto menggenggam sebanyak 11,59% saham EMTK, Piet Yaury menguasai 8,13% saham, PT Prima Visualindo menguasai 6,19% saham, dan Anthoni Salim menguasai 8,98% saham EMTK.
Baca Juga
Saat IHSG Anjlok, Investor Asing justru Net Buy Saham Jumbo Rp 1,36 Triliun
Hingga kuartal I-2025, perseroan membukukan peningkatan pesat pendapatan bersih menjadi Rp 3,93 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,48 triliun. Laba usaha juga melesat naik dari Rp 295,49 miliar menjadi Rp 362,98 miliar.
Laba periode berjalan juga meningkat dari Rp 267,97 miliar pada kuartal I-2024 menjadi Rp 3,73 triliun. Total laba yang nyaris setara dengan pendapatan tersebut didukung atas lompatan laba atas investasi bersih dari Rp 19,88 miliar menjadi Rp 2,46 miliar. Kenaikan juga ditopang peningkatan pendapatan keuangan bersih dari Rp 114,35 miliar menjadi Rp 176,70 miliar.

