IHSG Cetak Pekan Terbaik di 2025, Sejumlah Rekor Ini Dicapai
JAKARTA, investortrust.id - Meski perdagangan saham pekan ini hanya berlangsung tiga hari, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) justru catatkan rekor performa mingguan terbaik dengan kenaikan sebanyak 4,01%. Begitu juga dengan pembelian bersih (net buy) saham cetak rekor tertingginya Rp 5,05 triliun pekan ini.
Berdasarkan data BEI, IHSG berhasil torehkan rekor penguatan sebanyak 4,01% dari level penutupan akhir pekan lalu 6.832 ke level tertinggi baru terhitung sejak awal Februari menjadi 7.106. Kapitalisasi pasar (market cap) bursa juga bertambah Rp 453 triliun atu 3,82% menjadi Rp 12.318 triliun.
Baca Juga
Dana Asing Rp 4,71 Triliun Mengalir ke 4 Saham Bank Pekan Ini, Terbesar Saham Ini
Pemodal asing juga terpantau agresif memborong saham dengan catatan rekor net buy sepekan tertinggi mencapai Rp 5,05 triliun di 2025, berbanding terbalik dari pekan sebelumnya dengan net sell saham mencapai Rp 3,26 triiliun. Sebanyak 93,26% net buy dikontribusikan 4 saham KBMI IV, yaitu BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI.
Aksi agresif beli tersebut menjadikan posisi investor asing Mei (1-16) berjalan mencatatkan net buy senilai Rp 1,92 triliun. Posisi tersebut berbanding terbalik dengan empat bulan sebelumnya, yaitu April 2025 net sell Rp 20,79 triliun, Maret 2025 net sell saham Rp 8,02 triliun, Februari 2025 net sell saham Rp 18,19 triliun, dan Januari 2025 net sell sebanyak Rp 3,70 triliun
Penyumbang utama penguatan indeks pekan ini datang dari kenaikan saham BBRI sebanyak 10,68%, BMRI mencapai 14,78%, BREN sebanyak 11,25%, BBCA mencapai 3,33%, TLKM sebanyak 5,38%, dan TPIA mencapai 8,21%.
Baca Juga
Imbas Jeda Tarif AS-China, Indeks Utama Wall Street Catat Performa Solid Sepekan
Penguatan indeks pekan ini juga didukung penguatan sebanyak 506 saham. Sisanya hanya 229 saham bergerak stagnan dan sebanyak 125 saham yang mengalami penurunan. Penguatan tersebut juga didominasi emiten kapitalisasi pasar besar.
Kenaikan IHSG BEI tercatat yang tertinggi nomor dua di Asean dalam sepekan setelah bursa saham Vietnam dengan kenaikan 7,09% dan nomor tiga di Asia Pasifik setelah bursa Taiwan dengan kenaikan 4,44%. Sedangkan satu-satunya bursa saham yang mengalami pekan pelemahan di Asean adalah bursa saham Thailand dengan koreksi 1,25%.
Berkat penguatan hingga mencapai di atas level 7.100 ini, indeks BEI sepanjang 2025 atau year to date (ytd) akhirnya positif 0,38%, dibandingkan dengan penutupan akhir 2024 level 7.079. Berdasarkan data tersebut, pemulihan bursa saham Indonesia salah satu yang tercepat di Asia Pasifik.
