Saham INDY, AADI, ADMR, dan BUMI Mendadak Melesat, Ternyata Ini Faktornya
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham batu bara ini mendadak melesat pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/4/2025). Bahkan, satu dari emapt saham tersebut berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) jelang penerapan aturan royalti baru untuk batu bara akhir pekan ini.
Penguatan harga tersebut menjelang diterapkannya aturan paru Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Peraturan baru ini mulai berlaku 15 hari setelah diundangkan pada 11 April 2205 atau tepatnya mulai akhir pekan ini.
Baca Juga
Emapt saham tersebut terdiri atas saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Berdasarkan data perdagangan saham BEI sesi II, saham mendadak terbang hingga auto reject atas (ARA) sebanyak Rp 280 (24,89%) menjadi Rp 1.405. Saham ADMR melesat 8,33% menjadi Rp 975, saham BUMI menguat 9% menjadi Rp 109, dan saham AADI melesat 7,78% menjadi Rp 7.275.
Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa penerapan royalti mineral dan batu bara baru justru berdampak positif terhadap sejumlah emiten batu bara, khususnya pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Berdasarkan data, dampak terbesar akan dirasakan Indika Energy (INDY) dan Adaro Andalan (AADI).
Dia mengatakan, skema perhitungan royalti terbaru ini menggunakan rentang harga lebih lebar, dibandingkan peraturan sebelumnya. Misalnya, jika harga batu bara acuan (HBA) berada di level US$ 123 per ton, royalti bakal turun menjadi 19%, dibandingkan sebelumnya mencapai 28%.
”Penurunan royalti tersebut akan meningkatkan tingkat keuntungan emiten tersebut. Emiten tambang pemegang IUPK, seperti AADI, INDY, hingga BUMI akan diuntungkan,” tulisnya.
Sebaliknya emiten tambang pemegang IUP justru akan terkena kenaikan royalti sekitar 1% dari sebelumnya 8% menjadi 9% untuk penjualan batu bara kalori rendah (GAR <5.200 kdal/kg), jikan harga batu bara di atas US$ 90 per ton. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan daya saing emiten pertambangan domestik berdasarkan kategori produk batu bara yang dihasilkan.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AADI dengan target harga Rp 30.100 dan saham INDY dengan target harga Rp 3.100.

