Saham Centratama (CENT) Melesat 172% Usai Umumkan Penambahan Kegiatan Usaha, Seberapa Besar Dampaknya?
JAKARTA, investortrust.id – Rencana PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) melalui anak usahanya PT Centratama Menara Indonesia dan PT EPID Menara AssetCo merambah segmen usaha bidang kelistrikan disambut positif pasar. Hal ini ditunjukkan lompatan harga saham emiten menara telekomunikasi ini sebanyak 172,72% hanya dalam dua pekan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CENT yang ditunjukkan lompatan harga sebanyak 66,67% dari Rp 72 menjadi Rp 120 dalam sepekan terakhir. Bahkan, saham CENT tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan.
Sedangkan sepanjang April 2025 berjalan, penguatan saham CENT terolong sangat pesat dari level penutupan akhir Maret Rp 44 menjadi Rp 120 pada penutupan perdagangan hari terakhir pekan ini atau terjadi lompatan harga sebanyak 172,72% hanya dalam dua pekan.
Baca Juga
Infrastruktur Telekomunikasi Centratama (CENT) Naik 3 Kali Lipat
Lompatan harga tersebut berbanding terbalik dari sisi kinerja keungan, CENT justru mencatatkan penurunan pendapatan dari Rp 2,49 triliun menjadi Rp 2,46 triliun pada 2024. Bahkan, perseroan mencatatkan kenaikan rugi tahun berjalan dari Rp 844,39 miliar menjadi Rp 1,77 triliun.
Peningkatan rugi bersih tersebut dipicu atas besarnya beban keuangan yang harus ditanggung perseroan dari Rp 1,64 triliun menjadi Rp 1,72 triliun tahun lalu. Peningkatan rugi juga dipicu atas peningkatan pesat beban lainnya dari Rp 152,17 miliar menjadi Rp 689,55 miliar.
Lalu, seberapa kuat dampak positif ekspansi bisnis tersebut terhadap proyeksi keuangan CENT ke depan? Berdasarkan pengumuman resmi CENT terungka bahwa lompatan harga saham emiten ini mulai terjadi setelah manajemen secara resmi mengumumkan rencana penambahan kegiatan bisnis ke segmen listrik. Aksi korporasi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 23 Mei 2025.
Baca Juga
Centratama Group (CENT) Rampungkan Jalur Kabel Serat Optik Lebih dari 2.500 Kilometer
Dalam penguman resminya di BEI disebutkan bahwa perseroan melalui PT Centratama Menara Indonesia (CMSI) dan PT EPID Menara AssetCo (CMA) akan menambah kegiatan bisnis segmen listrik, seperti pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik, pengoperasian instalasi pemanfaatan tenaga listrik, instalasi listrik, dan aktivitas penunjang kelistrikan.
Berdasarkan hasil studi perseroan bahwa penambahan kegiatan usaha ini akan berdampak positif terhadap keberlangsungan operasional CMI dan EMA, termasuk kondisi keuangan masing-masing. “Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini, CMI, EMA, dan perseroan diharapkan mengalami pertumbuhan pendapatan, serta peningkatan nilai aset dalam beberapa tahun mendatang,” tulis prospectus perseroan.
Kontribusi Kinerja
Hal ini juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham CMI, EMA, dan CENT. Penambahan kegiatan usaha ini diproyeksikan bisa berdampak positif terhadap keuangan perseroan, yaitu CENT diperkirakan mendapatkan tambahan pendapatan Rp 3,6 miliar dari ekspansi bisnis tersebut pada tahun pertama dan diharapkan mencapai Rp 108 miliar pada tahun 2035.
Selain itu, hasil studi perseroan mengungkap bahwa CENT berpotensi mendapatkan tambahan laba bersih Rp 1,48 triliun tahun ini dari bisnis baru tersebut dan diharapkan berkontribusi senilai Rp 59,84 miliar pada 2035. Sedangkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2025 diperkirakan sebesar Rp 11,68 miliar dengan total hingga tahun 2035 sebesar Rp 382,41 miliar.
Baca Juga
Pertumbuhan Laba Mitratel (MTEL) Unggul di Sektor Infrastruktur Telko di 2024, Bagaimana Sahamnya?
CENT juga mengungkap bahwa rasio profitabilitas rata-rata selama 10 tahun diproyeksikan tetap positif, dengan margin laba kotor, margin laba bersih, dan margin EBITDA masing-masing sekitar sekitar 51%, 47%, dan 83%.
“Dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi anak perusahaan, CENT, dan para pemegang sahamnya, penambahan kegiatan usaha akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan ke depan,” tulisnya.

