IHSG Sesi I Anjlok 7,71% Membaik dibandingkan Pembukaan, Sebaliknya Saham SOSS Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (8/4/2025), ditutup anjlok sebanyak 502,14 poin (7,71%) menjadi 6.008,48. Penurunan sedikit mengecil dibandingkan saat pembukaan dengan pelemahan sebanyak 598,56 poin (9,19%) menjadi 5.912,06 hingga terkena trading halt pertama selama 30 menit.
Penurunan dalam indeks tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah bursa Asia yang justru mulai rebound hari ini, seperti Nikkei melesat lebih dari 6%, Hang Seng juga menguat lebih dari 270 poin, serta indeks future Wall Street mulai menghijau pagi ini.
Baca Juga
IHSG Dibuka Anjlok 9,19% hingga Langsung Terkena Trading Halt
Penurunan indeks tersebut sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar dan teknologi merosot lebih dari 10%. Penurunan juga melanda saham sektor keuangan 5,33%, sektor consumer primer 8,49%, sektor infrastruktur 7,77%, dan sektor energi 8,08%.
Penurunan dahsyat IHSG tersebut juga sejalan dengan koreksi saham big cap, seperti BBCA turun 7,35% menjadi Rp 7.875, BMRI melemah 8,27% menjadi Rp 4.770, BBRI turun 7,90% menjadi Rp 3.730, BREN melemah 11,82% menjadi Rp 4.850, dan TPIA melemah 7,64% menjadi Rp 6.650.
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan penguatan, seperti saham SOSS ditutup auto reject atas (ARA) sebanyak 24,73% menjadi Rp 464, RUSI naik 13,04% menjadi Rp 156, saham TIFA naik 10% menjadi Rp 825, saham CTBN naik 9,95% menjadi Rp 2.210, dan saham TALF naik 6,62% menjadi Rp 290.
Baca Juga
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulisnya, BEI telah melakukan tindakan penghentian sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09:00:00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) hingga 09.30 WIB.
“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:30:00 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8%,” ujar Kautsar di Jakarta, Selasa (8/4/2025).
BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

