Manfaatkan Kelebihan Listrik, Pakistan Mau Tambang Bitcoin Besar-besaran
JAKARTA, investortrust.id - Pakistan tengah bergerak dalam penambangan (mining) kripto, yang bertujuan untuk memanfaatkan kelebihan listriknya dengan baik. Dengan kelebihan daya yang menjadi tantangan, pemerintah sedang mempertimbangkan tarif listrik khusus untuk menarik penambang Bitcoin dan perusahaan blockchain.
Divisi Tenaga Listrik sedang menggodok kebijakan yang akan menawarkan tarif listrik yang kompetitif untuk operasi penambangan tanpa memberlakukan subsidi. Idenya sederhana, alih-alih membiarkan kelebihan listrik terbuang sia-sia, Pakistan ingin memonetisasi daya listriknya yang tidak terpakai dengan mengizinkan penambang Bitcoin menggunakannya dengan tarif yang menguntungkan. Pakistan secara aktif menyelidiki potensi pemanfaatan kelebihan listriknya untuk penambangan Bitcoin. Baru-baru ini, Menteri Tenaga Listrik Awais Leghari mengadakan pertemuan dengan Bilal Bin Saqib, CEO Pakistan Crypto Council (PCC), untuk membahas strategi menarik penambang mata uang kripto ke negara tersebut.
Mengingat bahwa operasi pertambangan sering kali mengalokasikan sebanyak 70% pendapatan mereka untuk biaya listrik, menawarkan tarif listrik yang kompetitif dapat menjadikan Pakistan sebagai tujuan yang menarik untuk kegiatan tersebut. Gagasan ini mendapatkan perhatian di kalangan pejabat senior pemerintah.
Melansir CryptoTimes, Minggu (23/3/2025) Dalam perkembangan terkini, Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb memimpin pertemuan penting dengan otoritas keuangan dan pakar industri, yang menyoroti perlunya mengembangkan regulasi yang komprehensif, struktur perizinan, dan perlindungan konsumen.
Baca Juga
Mau Mining Kripto? Ini 3 Koin yang Dinilai Bagus untuk Ditambang di 2024
Langkah Pakistan ini diambil pada saat berbagai negara mengambil pendekatan yang berbeda-beda terhadap penambangan Bitcoin. Tiongkok, yang pernah mendominasi dunia, melarangnya karena masalah energi. Kazakhstan awalnya menyambut para penambang kripto, tetapi tidak butuh waktu lama sebelum mereka mengenakan pajak yang lebih tinggi dan aturan yang lebih ketat.
Bagi Pakistan, Desember 2024 merupakan bulan yang besar, negara ini mencatat surplus giro berjalan sebesar $582 juta, lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pakistan kini melihat penambangan Bitcoin sebagai cara untuk memanfaatkan kelebihan listriknya dan meningkatkan perekonomian. Untuk berhasil dalam dunia penambangan kripto global, negara ini membutuhkan pasokan listrik yang andal, regulasi yang jelas, dan infrastruktur yang kuat. Jika dilakukan dengan benar, energi yang dulunya terbuang dapat berubah menjadi aset ekonomi yang berharga.
Baca Juga
Bitcoin Masih Bertahan di Atas US$ 80.000, CEO Indodax: Investor Masih Optimis
Iklim Investasi
Sebelumnya, Pemerintah Pakistan saat ini tengah merancang kerangka hukum untuk mengatur kripto. Inisiatif ini dipimpin oleh Bilal bin Saqib, CEO Pakistan Crypto Council, yang bekerja sama dengan Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb.
Menurut Saqib, regulasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan investasi yang lebih menarik bagi perusahaan global. Pemerintah Pakistan saat ini tengah merancang kerangka hukum untuk mengatur kripto. Inisiatif ini dipimpin oleh Bilal bin Saqib, CEO Pakistan Crypto Council, yang bekerja sama dengan Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb.
Menurutnya, regulasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan investasi yang lebih menarik bagi perusahaan global. "Pakistan tidak akan tinggal diam lagi; kami ingin menarik investasi internasional karena Pakistan adalah pasar berbiaya rendah dan bertumbuh pesat," ujarnya, dikutip dari Coinmarketcap, Minggu (23/3/2025).
Padahal sebelumnya, pemerintah Pakistan lebih banyak bersikap skeptis terhadap aset kripto. Namun, dengan meningkatnya penerimaan global terhadap aset digital, negara ini kini berusaha mengikuti jejak wilayah lain yang telah berhasil memanfaatkan regulasi kripto untuk menarik investasi.

