Investor Jangka Panjang Tetap Optimistis, Bitcoin Bersiap untuk Dinamika Pasar Unik
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin mengalami fase koreksi dengan menyentuh titik terendah dalam empat bulan belakangan di US$ 76.000 pada 11 Maret lalu. Meski begitu, investor atau pemegang jangka panjang (long term holders/LTH) tetap mempertahankan kepemilikannya, yang mengindikasikan dinamika pasar yang unik ke depan.
Melansir CoinMarketCap, Kamis (20/3/2025), laporan Glassnode menunjukkan aktivitas jual dari pemegang jangka panjang mengalami perlambatan yang signifikan. “Aktivitas pemegang jangka panjang sebagian besar masih lesu, dengan penurunan yang nyata dalam tekanan jual,” tulis laporan tersebut.
Meskipun harga Bitcoin mengalami volatilitas, namun data menunjukkan bahwa pemegang saham jangka panjang cenderung mengurangi tekanan jual mereka. Indikator Pengeluaran Biner, yang mengukur kecenderungan LTH dalam membelanjakan aset mereka menunjukkan perlambatan aktivitas distribusi, sementara pasokan LTH mulai pulih setelah mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.
“Hal ini menunjukkan bahwa ada keinginan yang lebih besar untuk menyimpan daripada menjual koin di antara kelompok ini,” tulis Glassnode.
Baca Juga
Meski Pasar Kripto Terkoreksi, Bitcoin Disebut Tetap Unggul Dibanding Aset Global Lainnya
Secara historis, puncak pasar bullish sering kali ditandai dengan tekanan jual yang kuat dari LTH, yang kemudian memicu peralihan menuju fase bearish. Namun, situasi saat ini berbeda, meskipun Bitcoin mengalami penurunan harga dalam beberapa minggu terakhir, kelompok investor ini masih mempertahankan sebagian besar keuntungan mereka.
“Pengamatan menarik ini mungkin mengindikasikan dinamika pasar yang lebih unik di masa mendatang,” kata laporan Glassnode.
Sementara pemegang jangka panjang tetap bertahan, data dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa paus Bitcoin baru, atau yang memiliki lebih dari 1.000 Bitcoin dengan usia kepemilikan kurang dari enam bulan, tengah melakukan akumulasi besar-besaran.
Baca Juga
Siap-siap! Trump akan Berpidato Soal Kripto di Digital Asset Summit
Sejak November 2024, kelompok investor besar ini telah mengumpulkan lebih dari 1 juta Bitcoin, dengan lebih dari 200.000 Bitcoin terakumulasi hanya dalam bulan Maret ini.
“Arus masuk yang berkelanjutan ini menyoroti pergeseran dinamika pasar, yang menunjukkan peningkatan partisipasi institusional atau individu dengan kekayaan bersih tinggi,” kata analis CryptoQuant, Onchained.
Fenomena ini menunjukkan bahwa investor besar masih memiliki keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun pasar sedang mengalami koreksi.
Sejumlah eksekutif industri kripto berpendapat bahwa penurunan harga Bitcoin saat ini merupakan bagian dari koreksi normal, dengan pasar hanya menunggu katalis baru untuk mendorong harga lebih tinggi. Namun hal ini tidak disepakati semua pihak.
Pendiri dan CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, menilai bahwa siklus kenaikan Bitcoin telah berakhir. Ia memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan bergerak sideways atau bahkan mengalami penurunan selama 6-12 bulan ke depan.
“Mengharapkan pergerakan harga yang bearish atau menyamping selama 6-12 bulan,” katanya.
Sekadar informasi, melirik data CoinMarketCap, Kamis (20/3/2025), harga Bitcoin berada di level US$ 85.728,77 pada pukul 11.33 WIB, atau naik 3,54% dalam 24 jam terakhir.

