Dana Kekayaan Negara Abu Dhabi Suntik Rp 32,8 Triliun ke Bursa Kripto Binance
DUBAI, investortrust.id - Abu Dhabi MGX suntik US$ 2 miliar atau setara Rp 32,8 triliun ke Binance. Di mana itu merupakan investasi institusional pertamanya.
MGX Fund Management Limited (MGX) adalah perusahaan investasi milik negara Emirat untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Didirikan oleh pemerintah Abu Dhabi pada tahun 2024, MGX bertujuan untuk menjadi wahana investasi berbasis AI dengan target mengelola aset senilai US$ 100 miliar.
Sedangkan Binance didirikan di Tiongkok oleh Changpeng Zhao (CZ) pada tahun 2017, namun karena regulasi kripto di Tiongkok, server dan kantor pusatnya dipindahkan ke Jepang, dan kini terdaftar di Kepulauan Cayman.
Binance dan MGX mengatakan dalam pernyataan yang diunggah di situs web mereka bahwa investasi tersebut dilakukan dalam bentuk stablecoin, sejenis mata uang kripto yang dipatok pada mata uang fiat seperti dolar.
Namun juru bicara Binance menolak berkomentar mengenai stablecoin yang digunakan untuk pembayaran tersebut. Uni Emirat Arab bercita-cita menjadi pusat aset digital global, termasuk industri kripto, dan telah berupaya menarik beberapa perusahaan terbesar di sektor tersebut untuk membangun secara lokal sebagai bagian dari rencana untuk mendiversifikasi ekonominya.
Baca Juga
Pendiri Binance CZ Beri Peringatan ke Investor Kripto, Apa Katanya?
Uni Emirat Arab juga tengah mendorong AI, yang dipimpin oleh G42 yang didukung negara dan oleh MGX, yang bermitra dengan dana kekayaan milik negara senilai US$ 330 miliar Mubadala.
"Investasi MGX di Binance mencerminkan komitmen kami untuk memajukan potensi transformatif blockchain untuk keuangan digital," kata Direktur Pelaksana dan CEO MGX Ahmed Yahia dilansir dari Channel News Asia, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga
Trump Serius Jadikan Amerika Sebagai Ibu Kota Kripto, CEO Binance: Zaman Keemasan
Langkah tersebut merupakan tanda terbaru bahwa Binance tengah memperdalam hubungannya dengan UEA. Binance telah lama menyatakan bahwa mereka sedang dalam proses memilih lokasi untuk kantor pusatnya, dan dalam pengumuman hari Rabu, mereka mengatakan bahwa mereka memiliki "jejak substansial" di UEA, mempekerjakan sekitar 1.000 dari total 5.000 stafnya di sana.

