BEI dan OJK Ajak Dialog Pelaku Pasar, IHSG Langsung Terkerek 3,77%
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengajak dialog para pelaku pasar, guna mencari solusi bersama untuk meningkatkan gairah investasi dalam negeri, Senin (3/3/2025). Saat dialog dirancang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I hari ini ditutup terkerek 3,77% menjadi 6.506.
“Hari Senin, kami mengundang mungkin manajer investasi (MI) juga, disamping anggota bursa (AB). Kira-kira isu mereka apa. Itu yang mau digali,” ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman baru-baru ini.
Sepanjang pekan lalu, IHSG mencetak penurunan hingga 7,83% dari level 6.818 ke level 6.270. Direksi bursa turut mengakui bahwa penurunan indeks turut disebabkan gejolak ekonomi global di tengah ketidakpastian keputusan Trump dalam menentukan tarif dagang bagi negara lain.
Baca Juga
IHSG Terbang 3,77% Terdorong Seluruh Saham Big Cap Dipimpin BBRI dan TPIA
Meredam hal tersebut, bursa mengaku telah mencoba memberi banyak pilihan investasi setidaknya dalam dua tahun terakhir dengan tujuan menciptakan peluang bagi investor, baik di kondisi indeks naik maupun turun.
Salah satu produk investasi yang dirilis BEI adalah single stock futures (SSF) agar investor bisa melakukan hedging.
“Jadi indeksnya gak one way. Kalau pada saat pandemi indeksnya one way kan semua orang untung. Tetapi sekarang ketika ini turun kita siapkan struktur-struktur derivative seperti SSF,” jelas Iman.
Baca Juga
Bayan (BYAN) Bukukan Penurunan Laba Segini di 2024, Penurunan Dipicu Faktor Ini
Selain itu, BEI berencana menerbitkan put warrant structure, yang menciptakan hak investor untuk menjual underlying securities pada harga dan jangka waktu tertentu. “Sehingga orang tetap bisa investasi jadi nggak ada terdiam henti gitu,” imbuh Iman.
Dia kembali menegaskan bahwa BEI tidak akan bersifat kaku dalam membuat regulasi. Dicontohkan, komunikasi dua arah yang dilakukan bursa, telah diimplementasikan saat full call auction (FCA) diterapkan. Terdapat penyesuaian penerapan FCA setelah bursa menampung aspirasi investor.
Maka dari itu, setelah IHSG mengalami penurunan terus menerus, bursa memerlukan masukan dari pelaku pasar. Iman turut memberi opsi, apakah perlu gerakan masif untuk perusahaan melakukan buyback.
Baca Juga
“Jadi dengan melihat penurunan yang dalam pekan lalu terutama, kami akan undang pelaku (pasar), mudah-mudahan persepsi dan confidence market bisa meningkat,” harap Iman.
Direksi bursa pun menyampaikan bahwa tugas meningkatkan minat investasi dalam negeri, bukan hanya menjadi tugas BEI, namun juga OJK dan semua pelaku pasar. Tujuannya, tidak hanya meningkatkan IHSG dari peran domestik namun juga untuk menarik kembali dana investor asing ke Pasar Modal Indonesia.
“Tetapi apa yang kami diskusikan terkait bagaimana melihat kondisi pasar saat ini, tentunya nanti akan ada pertemuan antara kami dengan para pelaku. Dari situ baru kita bisa memutuskan dengan lebih tepat,” tambah Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik.

