Dua Emiten Sawit Grup Salim (SIMP & LSIP) Ini Cetak Lompatan Laba Saat Penjualan Turun, Berikut Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – Dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikendalikan Grup Salim ini catatkan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun lalu. Kedua perusahaan tersebut adalah PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Dirut Salim Invomas Mark Wakeford dalam rilis yang diterbitkan, Jumat (28/2/2025), menyebutkan bahwa laba bersih yang dapat diatribusikan perseroan tahun 2024 melesat sebanyak 110% menjadi Rp 1,55 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 736 miliar.
Peningkatan laba tersebut berbanding terbalik dengan penjualan yang justru turun dari Rp 16 triliun menjadi Rp 15,96 triliun. Peningkatan ditopang atas penurunan drastic beban pokok penjualan, sehingga laba operasional melesat dari Rp 1,93 triliun menjadi Rp 3,30 triliun.
Baca Juga
Kenaikan tersebut menjadikan EBITDA margin perseroan melesat dari 22% menjadi 30%. Sedangkan laba per saham naik dari Rp 48 menjadi Rp 100 per saham, bandingkan dengan harga saham SIMP hari ini ditutup level Rp 356.
“Kenaikan kinerja keuangan SIMP ditopang kenaikan harga komoditas serta didukung sejumlah upaya pengendalian biaya dan efisiensi. Kami akan tetap berfokus pada peningkatan kegiatan operasional dan produktivitas, memprioritaskan belanja modal pada aspek-aspek yang penting, peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi” terangnya.
Lonsum
Lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga dicatatkan Lonsum (LSIP). Laba atribusi perseroan melambung sebanyak 94% dari Rp 762 miliar menjadi Rp 1,47 triliun. Kenaikan tersebut terdorong penurunan beban pokok pendapatan.
Sedangkan pendapatan justru turun dari Rp 4,19 triliun menjadi Rp 4,56 triliun. Namun laba kotor melesat dari Rp 1,15 triliun menjadi Rp 1,99 triliun akibat penurunan beban pokok.
Baca Juga
Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Sederet Peran Strategis Kelapa Sawit
Laba bersih perseroan juga melesat dari Rp 761 miliar menjadi Rp 1,47 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan pesat EBITDA perseroan dari Rp 1,3 triliun menajdi Rp 2,09 triliun. Adapun laba per saham melesat dari Rp 112 menjadi Rp 217 per saham, bandingkan dengan harga penutupan saham LSIP hari ini level Rp 975.
Presdir Lonsum Benny Tjoeng mengatakan, di tengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis terutama dampak cuaca, volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian global, Lonsum suskses mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2024. Kenaikan ditopang penguatan harga komoditas serta upaya-upaya kami dalam pengendalian biaya dan efisiensi.
“Kami terus berfokus pada peningkatan kegiatan operasional dan produktivitas, memprioritaskan belanja modal terutama pada aspek-aspek yang penting, peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi serta melakukan praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan,“ terangnya.
Grafik Saham LSIP dan SIMP

