Tragedi Kripto! Bybit Diretas Nyaris Rp 24 Triliun, Bagaimana Pengaruhnya ke Dalam Negeri?
JAKARTA, investortrust.id - Bursa aset kripto asal Dubai, Bybit mengalami peretasan akibat serangan hacker Korea Utara "Lazarus" dengan kerugian token mencapai US$ 1,46 miliar atau nyaris Rp 24 triliun.
Co-Founder CryptoWatch Christopher Tahir menilai, kejadian Bybit tidak akan mempengaruhi transaksi di industri aset kripto dalam negeri. Adapun nilai transaksi kripto di Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp 650,61 triliun. Angka ini meningkat 335,91% dari tahun 2023 yang sebesar Rp 148,25 triliun.
"Transaksi harusnya tidak akan turun, terutama karena diperkirakan peretasan dilakukan oleh kelompok Lazarus Korut. Hal ini karena mereka dikenal sebagai peretas yang menahan posisi mereka alias Diamond Hands, sehingga seharusnya tidak akan berdampak kepada pasar. Selain itu, koin hasil retasan juga ditandai atau tainted, sehingga menyulitkan mereka untuk bertransaksi," ujarnya kepada investortrust.id, Sabtu (22/2/2025).
Sementara itu, Pengamat Kripto Ibrahim Assuaibi menilai, tragedi yang dialami bursa kripto terbesar kedua berdasarkan volume trading terjadi karena aset kripto diluar masih belum memiliki peraturan-peraturan yang pasti. Meski tidak dialami pedagang aset kripto (exchange) dalam negeri, sebenarnya ini merupakan pekerjaan rumah terbesar bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke depan.
"Bagaimana caranya OJK memberikan satu peraturan, peraturan OJK mengenai tentang teknologi di blockchain yang kita tahu bahwa blockchain ini begitu luas, pengawasannya pun juga, pengawasan juga kurang cukup oleh otoritas, sehingga peretasan-peretasan ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi otoritas untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Karena tanpa adanya peretasan di kripto Bybit ini OJK tidak mungkin tahu di mana kelemahan-kelemahannya," ujarnya kepada investortrust.id.
Ibrahim pun mengingatkan bahwa aset kripto memang sering dijadikan ajang oleh para hacker untuk mendapatkan dananya, karena begitu mudah tanpa adanya pengawasannya ketat dari bank sentral. Untuk itu, OJK sebagai otoritas yang mengawasi aset kripto harus bisa mengantisipasi potensi terkait kejadian tersebut.
Christopher menambahkan, untuk itu dari kejadian ini, maka hal yang bisa dipetik adalah paling aman untuk menyimpan kripto secara mandiri. Sebagai kilas balik, Indodax pada September tahun lalu juga pernah mengalami peretasan oleh hacker asal Korea Utara.
Baca Juga
Bursa Aset Kripto Bybit Terkena Peretasan, Kerugiannya Hampir Tembus US$ 1,5 Miliar
Selain dari Indodax, kelompok hacker yang terafiliasi dari DPRK, Korea Utara memang cukup banyak menyerang crypto exchange global lainnya sebelumnya. Mereka memang sebelumnya juga menargetkan banyak crypto exchange dengan likuiditas besar dan bertaraf global.
Sebagai kabar teranyar, CEO Bybit Ben Zhou menyatakan bahwa karyawan bekerja semalaman untuk memproses backlog. Dia kemudian meyakinkan pengguna bahwa penarikan telah kembali normal.
“12 jam dari peretasan terburuk dalam sejarah. Semua penarikan telah diproses. Sistem penarikan kami sekarang sepenuhnya kembali ke kecepatan normal, Anda dapat menarik jumlah berapa pun dan tidak mengalami penundaan. Semua fungsi dan produk Bybit tetap berfungsi, seluruh tim terjaga sepanjang malam untuk memproses dan menjawab pertanyaan serta kekhawatiran klien,” ucap Zhou dilansir dari Beincrypto, Sabtu (22/2/2025).
Baca Juga
Sementara itu, Bybit mengamankan pinjaman darurat senilai US$172,5 juta dalam tujuh jam untuk memperkuat cadangannya. Firma analisis blockchain SpotOnChain melaporkan bahwa dana tersebut berasal dari berbagai platform, termasuk Binance, Bitget, dan MEXC.
Bybit Exchange adalah pertukaran terpusat (CEX) kriptokurensi yang menawarkan platform profesional dengan mesin pencocokan yang sangat cepat, layanan pelanggan berkualitas, dan dukungan komunitas multibahasa bagi para pedagang kripto dari berbagai tingkatan. Didirikan pada Maret 2018, Bybit saat ini menawarkan akses lebih dari 100 aset dan kontrak di berbagai Spot dan derivatif kripto seperti Futures dan Options, proyek peluncuran, produk penghasilan, NFT Marketplace, dan lainnya
Pada tahun lalu, jumlah pengguna terdaftar Bybit telah meningkat tiga kali lipat dari 20 juta pada momen perayaan hari jadi ke-5, menjadi hampir 60 juta pada momen perayaan hari jadi ke-6. Hal ini membuktikan kemampuan Bybit dalam menarik minat dan mempertahankan audiens global yang terus bertambah. Bybit kini mencatat volume daily trading rata-rata sebesar US$ 33 miliar pada triwulan III tahun lalu, bahkan volume trading Bybit yang tertinggi sepanjang sejarah mencapai US$ 100 miliar pada Agustus 2024.
Berkat pertumbuhan ini, pangsa pasar Bybit pada segmen spot berada di peringkat kedua, melesat dari peringkat ketujuh pada tahun lalu ketika pangsa pasar Bybit masih tercatat 3,2%, dan kini mencapai 8,51% pada 2024. Bybit juga membuat perkembangan penting di segmen pasar derivatif setelah pangsa pasarnya meningkat dari 6% menjadi 15%.

