Waskita Karya (WSKT) Tuntaskan Proyek Bendungan Bernilai Rp 1,7 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah merampungkan pembangunan Bendungan Rukoh. Proyek bendungan bernilai Rp 1,7 triliun itu memiliki kapasitas penambungan sebanyak 128 juta meter kubik (m3) ari.
Bendungan yang terletak di Kabupaten Pidie, Aceh, ini dipastikan dapat mendukung kestabilan pasokan air irigasi untuk mengaliri lahan pertanian seluas 12.194 hektare (ha).
Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita mengatakan, pasokan air itu berdampak pada ketahanan pangan (food estate) dan penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi yang berimbas positif pada kenaikan penghasilan, saving, dan daya beli masyarakat yang semakin tinggi.
Baca Juga
“Proyek ini pun bisa menyediakan air baku sebanyak 900 liter per detik. Dengan begitu turut menjaga ketahanan air,” ujar Ermy dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Jumat (14/2/2025).
Tidak hanya bermanfaat untuk irigasi atau air baku saja, tetapi berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 137 MegaWatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PMLTH) sebesar 1,22 MWz
Selain itu, output daya Listrik yang besar itu akan menjamin ketersediaan akses listrik untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, rumah tangga, dan produksi. Keberadaan pembangkit listrik pun akan berdampak signifikan pada sektor sosial dan ekonomi yang dipresentasikan oleh tingkat pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat yang membaik.
“Dengan adanya Bendungan Rukoh produksi pertanian bisa meningkat, Indeks Pertanaman (IP) diharapkan ikut naik dari 191 persen menjadi 300 persen. Bendungan Rukoh saat ini sudah proses pengisian air atau impounding, sehingga bisa mengaliri ke berbagai lahan irigasi secara maksimal dan mendukung ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden," jelas Ermy.
Baca Juga
Bendungan Rukoh di Aceh Garapan Waskita Karya (WSKT) akan Diresmikan
Bendungan yang memiliki genangan seluas 687 ha ini, lanjut Ermy, mampu mereduksi banjir seluas 51 ha atau mencakup tiga kecamatan yaitu Titeue, Keumala, dan Sakti. "Diharapkan Bendungan Rukoh dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat Aceh, khususnya di sekitar Kabupaten Pidie," ucap dia.
Terlebih, proyek tersebut menyerap banyak tenaga kerja lokal hampir 80%. Dengan begitu turut membuka lapangan pekerjaan yang berdampak bagi kesejahteraan warga Aceh.

