Aksi Profit Taking Pelaku Pasar Tekan Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas melemah ke level US$ 2.900 per troy ons pada Rabu (12/2/2025) seiring aksi profit-taking oleh sebagian pelaku pasar setelah logam mulia ini mencatatkan rekor tertinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perang dagang global akibat tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.
Riset Indonesia Commodity & Derivatif Exchange (ICDX) memaparkan, pada Selasa (11/2), Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa mengecam keputusan Trump untuk menerapkan tarif impor baja dan aluminium mulai bulan depan.
“Kebijakan ini semakin memicu kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang, di tengah antisipasi investor terhadap potensi kebijakan tarif tambahan dalam waktu dekat,” tulis riset ICDX, Rabu (12/2/2025).
Pasar kini menantikan laporan inflasi AS, khususnya Indeks Harga Konsumen (CPI) AS, yang dijadwalkan rilis pada malam ini. Sementara itu, pada Selasa (11/2), Chairman The Fed, Jerome Powell, menyampaikan testimoni tahunan di hadapan Senat Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Urban.
Baca Juga
Aksi ‘Profit Taking’, Harga Emas Terkoreksi Setelah Reli Rekor
Hari ini, Powell dijadwalkan kembali memberikan pernyataan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS. “Dalam testimoninya, Powell menyatakan bahwa ekonomi AS masih berada dalam kondisi solid, sehingga The Fed tidak terburu-buru menurunkan suku bunga, namun tetap siap melakukannya jika inflasi melemah atau pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan,” jelas riset tersebut.
Berdasarkan konsensus pasar, CPI AS untuk Januari 2025 diperkirakan meningkat 0,3% secara bulanan untuk seluruh kategori, sementara secara tahunan tetap stabil di 2,9% secara tahunan.
Sementara itu, CPI inti, yang tidak mencakup sektor pangan dan energi, diprediksi tumbuh 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan, sedikit lebih rendah dibandingkan 3,2% pada Desember. Angka ini menunjukkan bahwa inflasi AS masih cukup tinggi, yang dapat mempengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed.
“Secara historis, emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Emas dianggap sebagai nilai lindung terhadap inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi melemahkan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil ini,” ulasnya.
Dari sisi teknikal, ICDX memproyeksikan support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran US$ 2.881 - US$ 2.873, sementara resistance terdekat berada di rentang US$ 2.898 - US$ 2.907. Support terjauh berada di US$ 2.856, sedangkan resistance terjauh di US$ 2.924.

