Sahamnya Melesat Dua Hari Terakhir, Simak Fakta Chandra Asri (TPIA) Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), tengah mempersiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) anak usaha yang berfokus di bidang infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi.
Sebagaimana disampaikan dalam riset Institutional Equity Ciptadana Sekuritas Asia Yehezkiel Christian. Ia menyebutkan bahwa rencana IPO tersebut dapat membuka peluang sinergi dan meningkatkan efisiensi operasional.
“Aksi korporasi ini dilakukan perseroan untuk menggalang dana tambahan terkait rencana ekspansi bisnis dan meningkatkan fleksibilitas kinerja keuangan,” kata Yehezkiel dalam risetnya dikutip Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Borong Jutaan Saham Barito Renewables (BREN), Prajogo Pangestu Untung Besar
Selain itu, perseroan baru saja memperoleh status Objek Vital Nasional (OVNI) untuk kompleks petrokimianya di Ciwandan, Banten. Status ini menegaskan peran strategis TPIA dalam mendukung ketahanan industri Indonesia, sekaligus memperkuat efisiensi operasional perusahaan di tengah meningkatnya permintaan produk petrokimia.
Sementara itu, TPIA juga tengah menjajaki pinjaman sindikasi senilai US$ 1 miliar melalui Aster Chemicals & Energy, perusahaan patungan dengan Glencore Plc. Pinjaman ini akan dikelola oleh DBS Bank Ltd. dan Oversea-Chinese Banking Corp. dengan tenor rata-rata 6,3 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk investasi lanjutan setelah akuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) yang diharapkan dapat memperkuat rantai pasokan bahan baku.
Baca Juga
Wajib Diketahui Investor Tiga Katalis Saham BRPT dan TPIA Berikut
Melalui akuisisi ini, Chandra Asri Petrochemical Group Company Pte. Ltd. (CAPGC) yang 80% sahamnya dimiliki oleh Chandra Asri Group dan 20% oleh Glencore diperkirakan mampu menyumbang hingga US$ 8 miliar per tahun. Hal ini berpeluang meningkatkan pendapatan TPIA hingga lima kali lipat pada periode 2024–2026.
“Akuisisi kilang ini dinilai akan berfungsi sebagai sumber utama bahan baku serta mengurangi ketergantungan pada impor dan merampingkan rantai pasokan. Arus kas kilang juga akan mendukung pembayaran utang dan bahan bakar ekspansi yang berkelanjutan, selaras dengan strategi pertumbuhan TPIA,” jelas Yehezkiel.

