Usai Umumkan Kinerja di 2024, Saham BNI (BBNI) Direkomendasikan Begini oleh Analis
JAKARTA, investortrust.id – Tiga sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga tertinggi Rp 6.300 usai BNI mengumumkan keberhasilan mempertahankan pertumbuhan laba bersih sebanyak 3% menjadi Rp 21,5 triliun tahun 2024 atau sesuai target.
Ketiga sekuritas tersebut terdiri atas Sucor Sekuritas yang mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 6.300. Mandiri Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.600 dan BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.100.
Baca Juga
Transformasi Digital Dorong Peningkatan Tabungan, BNI Cetak Laba Rp 21,5 Triliun di 2024
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis menyebutkan bahwa meski raihan laba bersih BNI kuartal IV-2024 turun dari kuartal III-2024, total laba bersih sepanjang 2024 masih sesuai dengan estimasi. Peningkatan tersebut didorong penurunan biaya kredit dari tahun lalu.
Estimasi Kinerja BBNI
Memasuki tahun 2025, dia mengatakan, manajemen BNI memasang target pertumbuhan kredit lebih lambat berksiar 8-10%, dibandingkan tahun 2024 sebanyak 11,6%. Perlambatan dipengaruhi atas masih ketatnya likuiditas dan tingginya biaya dana.
Baca Juga
Penyaluran Kredit BNI 2024 Naik 11,6%, Tembus Rp 775,87 Triliun
Begitu juga tim riset Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto menyebutkan bahwa pertumbuhan laba BNI tahun lalu tergolong moderat akibat kenaikan biaya dana. Meski demikian kualitas aset BNI tergolong paling baik.
Pandangan positif terhadap saham BBNI juga datang dari tim riset BRI Danareksa Sekuritas. Menurut sekuritas ini, realisasi laba bersih tahun lalu sudah sesuai dengan estimasi, sehingga saham BNI layak dipertahankan beli.
Grafik Saham BBNI

