Penurunan ‘BI-Rate’ Untungkan Bukit Asam (PTBA), kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - Penurunan suku bunga acuan, BI-Rate, sebesar 25 bps menjadi 5,75% merupakan momentum bagi emiten-emiten pertambangan batu bara untuk memperbaiki kinerja bisnisnya. Emiten batu bara yang diuntungkan penurunan BI-Rate di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Pengamat pasar modal dari Panin Sekuritas, Reydi mengakui, sektor yang paling cepat merespons penurunan suku bunga adalah sektor perbankan. Pasalnya, bank-bank akan lebih mudah menyalurkan kredit jika suku bunga pinjaman lebih terjangkau.
“Namun, perlu dicermati pula bahwa penurunan suku bunga biasanya juga diikuti pelemahan rupiah akibat capital outflow karena investor asing menganggap suku bunga di Indonesia kurang menguntungkan,” kata Reydi kepada investortrust.id, Jumat (17/1/2025) malam.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Fokus Tingkatkan Kapasitas Angkutan Batu Bara
Kondisi tersebut, menurut Reydi, akan membuat emiten-emiten berorientasi ekspor, seperti pertambangan batu bara, meraup pendapatan yang lebih besar akibat selisih kurs yang semakin lebar.
“Indonesia merupakan salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia. Saya rasa, seiring penurunan suku bunga, kita bisa menaruh perhatian terhadap emiten di sektor batu bara,” ujar dia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah tipis 0,02% atau 4 poin ke level Rp 16.380 per dolar AS pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/1/2025).
Reydi mengungkapkan, selain terdongkrak selisih kurs, kinerja bisnis emiten batu bara bakal terdorong kenaikan harga komoditas tersebut. Harga batu bara di pasar ekspor pada kuartal I-2025 diprediksi menguat akibat meningkatnya kebutuhan batu bara selama musim dingin di China dan Eropa.
“Pendapatan emiten batu bara pada kuartal I-2025 berpeluang meningkat,” tutur dia.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Tunggu Penugasan Pemerintah Untuk Garap Pengganti LPG
Salah satu emiten pertambangan batu bara yang layak dilirik, kata Reydi, adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Saham PTBA akan menjadi salah satu saham sektor batu bara yang berpotensi terapresiasi. Saat ini harga saham PTBA berada di level Rp 2.680.
Reydi menambahkan, pembagian dividen tahunan Bukit Asam yang relatif besar akan turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga saham PTBA.
“Zona resistance terdekat PTBA ada di Rp 3.100-3.150. Apabila bisa tembus harga tersebut, ada potensi PTBA masuk pola trading gap dengan target harga Rp 3.685,” papar Reydi.
