BEI Buka kembali Perdagangan Saham KARW, Sebaliknya NAYZ Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW). Sebaliknya perdagangan saham PT Hassana Boga Sejahtera TBk (NAYZ) dihentikan sementera (suspend) Rabu (15/1/2025).
Penurunan harga saham KARW kian parah setelah PT Saranakelola Investasi secara perlahan-lahan mengurangi kepemilikan saham dengan tujuan memperbesar porsi investor public. Saranakelola melepas sebanyak 1,65% saham KARW bulan ini dengan nilai transaksi Rp 12,83 miliar.
Baca Juga
Pemodal Diminta Waspadai Penurunan IHSG ke 6.931, Sebaliknya EMTK dan ESSA Layak Dilirik
Aksi serupa juga sudah pernah dilakukan Saranakelola pada Desember 2024. Saat itu, pengendali Meratus tersebut melepas sebanyak 9,38 juta saham KARW secara bertahap. Aksi penjualan saham Desember dan Januari tersebut menjadikan porsi Saranakelola di Meratus berkurang semula 80,28% saham menjadi hanya 77,03% saham.
Sebaliknya, BEI menghentikan sementara perdagangna saham Hassana Boga (NAYZ) sejalan dengan lompatan harga sahamnya dalam beberapa bulan terakhir. Harga saham emiten yang dicatatkan di papan akselerasi ini telah melesat sebanyak 300% dalam sebulan terakhir. Saham NAYZ telah melambung dari level Rp 27 pada 13 Desember 2024 menjadi Rp 116 pada penutupan perdagangan kemarin.
Baca Juga
Wall Street Mayoritas Menguat, Dow Jones Melonjak Lebih dari 200 Poin
“Sehubungan terjadinya kenaikan harga kumulatif yang signifikan pada saham NAYZ dan sebagai bentuk perlindungan investor, BEI menghentikan sementara perdagangan saham NAYZ di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I pada 15 Januari hingga pengumuman bursa lebih lanjut,” tulis pengumuman resmi BEI.
Grafik Saham NAYZ dan KARW

